Arsip untuk Kategori 'Artikel Tambang'

Bingham Canyon, Tambang Jumbo yang Terlihat dari Angkasa

Tambang ini telah berusia hampir 150 tahun, terletak di barat daya Salt Lake City, Utah.

Dalam total sejarahnya, Bingham Canyon tercatat sebagai salah satu tambang paling produktif di dunia. Per 2004, telah diproduksi 15,4 juta ton tembaga, 715 ton emas, 5,900 ton perak, dan 386 ribu ton molibdenum.

Bingham Canyon merupakan tambang terbuka raksasa dengan lebar mencapai 4 km dan kedalaman 1.2 km. Di dunia, hanya dua objek buatan manusia yang dapat terlihat dari angkasa, Bingham Canyon dan Tembok Besar Cina. Tambang yang juga dikenal sebagai Kennecot Copper Mine ini dimiliki Rio Tinto, sebuah perusahaan tambang yang bermarkas di Inggris.
Lanjutkan membaca ‘Bingham Canyon, Tambang Jumbo yang Terlihat dari Angkasa’

Main Fan (Kipas Utama), Bagian Penting di Sistem Ventilasi Tambang

Sebuah tambang bawah tanah bisa mencapai kedalaman 3000 meter lebih. Lantas bagaimana pengaturan sirkulasi udara di kedalaman perut bumi tersebut?

Untuk tambang yang tidak terlalu dalam dan besar, mengandalkan sirkulasi udara alami mungkin saja bisa mencukupi. Sirkulasi alami hanya menggantungkan pada perbedaan tekanan udara alami antara luar dan dalam terowongan. Aliran udara akan terjadi dengan sendirinya akibat perbedaan tekanan ini.

Namun pada kenyataannya, sangat jarang ditemui tambang bawah tanah yang hanya mengandalkan sirkulasi udara alami saja. Apalagi jika terdapat alat-alat bermesin diesel yang mengeluarkan emisi gas buang. Perbedaan tekanan udara alami tidak lagi dapat diandalkan. Alat yang dapat menciptakan perbedaan tekanan udara yang memadai perlu dipasang. Alat ini disebut main fan atau kipas utama.
Lanjutkan membaca ‘Main Fan (Kipas Utama), Bagian Penting di Sistem Ventilasi Tambang’

Sumber Hazard (Bahaya) di Tambang dan Tempat Kerja Lain

Di tulisan ini sudah diulas mengenai perbedaan antara hazard dan risk.

Hazard (bahaya) adalah sesuatu yang dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan pada alat atau lingkungan. Sedang risk (resiko) didefinisikan sebagai peluang terpaparnya seseorang atau alat pada suatu hazard (bahaya).

Trus apa saja yang dapat menjadi sumber hazard? Berikut adalah macam-macam kategori hazard (Wells, 1996; Plog, 2002; Donoghue, 2004):

Lanjutkan membaca ‘Sumber Hazard (Bahaya) di Tambang dan Tempat Kerja Lain’

Swiss Cheese Model ala James Reason: Teori Lain Mengenai Penyebab Kecelakaan Kerja

Teori kecelakaan kerja Swiss Cheese Model menekankan penyebab kecelakaan pada kelalaian/kesalahan manusia (human errors).

Di teori ini, James Reason membagi penyebab kelalaian/kesalahan manusia menjadi 4 tingkatan: 1. tindakan tidak aman (unsafe acts); 2. pra-kondisi yang dapat menyebabkan tindakan tidak aman (preconditions for unsafe acts); 3. pengawasan yang tidak aman (unsafe supervision); 4. pengaruh organisasi (organizational influences).

Berbeda dengan teori Domino Heinrich, Swiss Cheese Model memberikan informasi perihal bagaimana suatu tindakan tidak aman dapat terjadi. Informasi berikut, menunjukkan bagaimana terjadinya suatu tindakan tidak aman itu.
Lanjutkan membaca ‘Swiss Cheese Model ala James Reason: Teori Lain Mengenai Penyebab Kecelakaan Kerja’

Teori Domino Heinrich: Teori Ilmiah Pertama tentang Penyebab Kecelakaan Kerja

Dalam buku Industrial Safety, David Colling, mendefiniskan kecelakaan kerja (selanjutnya akan ditulis kecelakaan saja) sebagai berikut:

“Kejadian tak terkontrol atau tak direncanakan yang disebabkan oleh faktor manusia, situasi, atau lingkungan, yang membuat terganggunya proses kerja dengan atau tanpa berakibat pada cedera, sakit, kematian, atau kerusakan properti kerja.”

Ada beberapa teori yang berkembang untuk menjelaskan terjadinya kecelakaan ini. Salah satu yang ternama adalah yang diusulkan oleh H.W. Heinrich dengan teorinya yang dikenal sebagai Teori Domino Heinrich.

Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri atas lima faktor yang saling berhubungan: 1. Kondisi kerja; 2. Kelalaian manusia; 3. Tindakan tidak aman; 4. Kecelakaan; 5. Cedera.
Lanjutkan membaca ‘Teori Domino Heinrich: Teori Ilmiah Pertama tentang Penyebab Kecelakaan Kerja’

Auxiliary Ventilation Systems: Sistem Ventilasi Bantu di Tambang Bawah Tanah untuk Bukaan Buntu

Aux Vent Systm

Aux Vent Systems

Auxiliary ventilation (ventilasi bantu) mengacu pada sistem ventilasi yang digunakan untuk memasok udara ke permuka kerja (working face).

Permuka kerja adalah bukaan yang dibuat sebagai bagian pengembangan terowongan. Permuka kerja belum terhubung dengan terowongan lain sehingga hanya berbentuk serupa bukaan buntu (blind heading).

Ventilasi bantu mesti dirancang secara mandiri dari sistem ventilasi utama sehingga tidak akan mempengaruhi aliran udara keseluruhan di tambang bawah tanah.
Lanjutkan membaca ‘Auxiliary Ventilation Systems: Sistem Ventilasi Bantu di Tambang Bawah Tanah untuk Bukaan Buntu’

Halaman Berikutnya »


Kunjungan

  • 59,222 pelancong

Masukkan alamat E-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui E-mail.