Occam’s Razor: Jawaban Paling Baik Umumnya yang Paling Sederhana
Inilah bunyi dari Occam’s razor (pisau cukur Occam) “entities must not be multiplied beyond necessity”.
Terjemahan bebas kira-kira akan seperti ini: penjelasan paling sederhana atas suatu fenomena biasanya merupakan penjelasan terbaik.
Menurut Occam, jika kita dihadapkan pada beberapa pilihan hipotesis dan mesti memilih mana yang terbaik, maka hipotesis paling sederhana mesti diutamakan. Sedang pilihan lain yang lebih rumit mesti dicukur habis menggunakan pisau cukur Occam.
Prinsip ini dinisbatkan kepada William Occam, seorang teolog dari Ordo Fransiscan yang hidup di Inggris pada abad ke-14. Beberapa variasi prinsip yang mirip sebenarnya juga dikemukakan oleh pemikir lain, namun ungkapan Occam ini yang ternyata lebih mengemuka.
Kita ambil contoh perdebatan klasik mengenai apakah bumi datar atau bulat untuk melihat contoh penerapan Occam’s razor. Di jaman sekarang, perdebatan ini nampak tak relevan.
Akan tetapi, sampai beberapa ratus tahun lalu, perdebatan mengenai bentuk bumi telah menyita perhatian para pemikir besar pada jamannya.
Perdebatan bentuk bumi telah terekam sejak jaman Yunani kuno. Orang Yunani berpendapat bumi seharusnya berbentuk bulat.
Ini didukung setidaknya 2 fakta: Pertama, kapal yang mendekati dermaga, pada awalnya hanya nampak ujung tiangnya saja, sebelum nampak utuh seiring posisi kapal yang kian dekat.
Dan kedua, ketika gerhana bulan, bayangan bumi yang menutup bulan nampak berbentuk seperti cakram. Beragam pengamatan ini lantas dideduksi menjadi hipotesis bahwa bumi pastilah bulat.
Tentu saja pendukung bumi datar mengolok keyakinan ini. Jika bumi berbentuk bulat, semua air laut tentu akan tumpah. Sedang kenyataannya, air laut tetap tenang-tenang saja di tempatnya. Nampak masuk akal.
Namun hipotesis bumi datar juga mengandung komplikasi serius. Jika memang bumi datar, maka kalau seseorang terus berjalan, dia akan sampai pada ujung bumi dan mungkin terjatuh ke jurang raksasa yang jadi batas dunia. Lantas seperti apa batas bumi ini?
Perdebatan ini jelas amat disederhanakan. Moral dari cerita ini, dengan Occam’s razor, kita dapat memilih mana diantara kedua hipotesis ini yang mengandung asumsi paling sedikit.
Jika toh keduanya mengandung kelemahan, mana diantara kelemahan ini yang paling mudah dijelaskan. Asumsi-asumsi yang tak perlu mesti dicukur habis atau sama sekali ditolak.
Pisau cukur Occam juga berguna sebagai prinsip menalar dalam semua lapangan, sains, ekonomi, politik, dan lainnya. Karena berguna sebagai prinsip, Occam’s razor bukan merupakan hasil. Artinya, hipotesis yang lulus saringan Occam belum tentu merupakan kebenaran itu sendiri.
Hipotesis ini tetap harus diuji secara ketat semisal dengan metode ilmiah. Occam’s razor berguna sebagai panduan untuk menyaring beragam hipotesis hingga hanya menyisakan kandidat terkuat yang tetap perlu diuji secara saintifik.
Itu sebab, prinsip ini masih menyertakan kata ‘umumnya’ karena yang paling sederhana belum tentu paling benar sebelum dibuktikan lebih jauh.
Menurut Occam, yang sederhana itulah yang umumnya paling mendekati kebenaran, pokoknya KISS (Keep It Simple, Stupid!) forever.[]
Kategori: Langlang Fikir





hello mas syafril sy doni dari padang, mw nanya gmna cr kita cari kerja k amerika, sementara sy hnya lulusan economi indonesia?mohon bantuanya
___________________________
Syaf: untuk ini saya ga bisa banyak bantu. Kondisi ekonomi di AS juga lagi sulit, banyak yang kena PHK. Cari di Ind mungkin malah lebih besar peluangnya.