Good Parenting dan Think Out of the Box ala Freakonomics

| January 14, 2010 | 2 Komentar

Good Parenting dan Think Out of the Box ala Freakonomics4 Good Parenting dan Think Out of the Box ala FreakonomicsSalah satu yang diulas dalam buku Freakonomics hasil kolaborasi Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner adalah soal pengaruh orang tua terhadap anaknya.

Sebagai keterangan, buku ini berisi beragam tema terpisah dalam berbagai lapangan hidup yang diteropong melalui lensa ekonomi. Tema-tema yang tampak tidak berhubungan dengan ekonomi dibahas disertai data-data khas analisa ekonomi.

Maka jadilah judul buku ini Freakonomics (freak = aneh/ganjil) yang secara eksplisit ingin menunjukkan ketidaklaziman sudut pembahasan.

Kembali ke laptop. Jadi seberapa besar pengaruh orang tua terhadap anaknya? Jawabnya ternyata tidak terlalu besar. Setidaknya jika ini dikaitkan dengan pencapaian anak terhadap sesuatu yang dapat diukur secara pasti seperti nilai anak di sekolah dan tingkat kecerdasan mereka.

Penulis berargumen, akan seperti apa anak-anak nantinya terletak pada “siapa Anda” dan bukan atas “apa  yang Anda lakukan”. Artinya, jika seorang anak berada di tengah keluarga yang mapan, dengan tingkat pendidikan orang tua yang relatif baik -diasumsikan tingkat kecerdasan orang tua yang juga baik- , mereka juga akan memiliki anak dengan kondisi yang hampir sama. Proporsi besar dari kecerdasan merupakan sesuatu yang diperoleh secara genetik, itu sebab “siapa Anda” jadi punya andil yang dominan.

Sebaliknya, “apa yang Anda lakukan” ternyata tidak memiliki sumbangan sebesar yang dikira. Orang tua umumnya mempersiapkan semua dengan cermat sejak sang anak masih di tahap awal kandungan, namun sebenarnya si anak sudah terpersiapkan jauh-jauh hari sebelum itu, dan ini lagi-lagi ditentukan oleh “siapa Anda” selama ini.

Bisa jadi tak semua sependapat. Lagipula, pengarang hanya membatasi pada hal-hal yang dapat diukur secara kuantitatif (kecerdasan dan prestasi di sekolah) dimana faktor genetik akan memberikan kontribusi besar. Sedangkan aspek kualitatif dan ‘non genetik’ seperti perilaku, berada diluar ketersediaan data yang dapat dianalisa.

Buku ini menjadi menarik karena menawarkan cara melihat yang berbeda. Cara melihat yang terkadang menyalahi  “conventional wisdom” atau sesuatu yang secara umum telah dianggap benar. Umumnya khalayak menganggap conventional wisdom sebagai tesis yang valid dan layak dipercaya. Padahal tak kurang diantara tesis ini yang mengandung beragam kelemahan dan kesalahan.

Selain pengaruh orang tua, tema-tema lain yang disentil termasuk: Apa Persamaan Guru Sekolah dengan Pegulat Sumo?; Bagaimana Ku Klux Klan mirip dengan Agen Real Estate?; dan Kenapa Pengedar Narkoba Masih Tinggal Bersama Ibu Mereka?

Selamat membaca.[]

Tags: , , , , , , , , ,

Kategori: Langlang Fikir

Komentar (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. anonim says:

    mantap sekali bung Syafril .ini tema yg sangat jarang dibahas dan diminati. hal2 diatas juga bisa diterapkan pada level negara bangsa/peradaban .berkaitan dg kecerdasan rata2 suatu bangsa. menurut flyn kesejahteraan suatu negara berbanding lurus dg tingkat kecerdasaan , IQ rata-rata.

    • anonim says:

      itu juga berkaitan dg salah satu misteri paling membingungkan; Nature Vs Nurture . mana yg pertama? mana yg lebih berperan? bagaimana cara kerjanya? ada fakta2 menarik bahwa secara etnis/ras, di Amerika , ras asia cenderung punya rata2 IQ paling tinggi,berpenghasilan paling tinggi sama dg yahudi. secara akademis prestasinya paling baik. hal demikian berbanding terbalik dg ras lain ;black dan hispanic. rata2 IQ mereka paling rendah .dan anehnya itu berbanding lurus dg prestasi akademis,pencapaian prestasi rata2, penghasilan rata2,dan tingkat kriminalitas . sungguh ini fakta nyata namun susah untuk diakui karena masih taboo soal racism.

Tinggalkan Komentar