M1 Garand Rifle: Senapan Legendaris di 3 Perang Besar

| November 13, 2009 | 6 Komentar

M1 Garand Rifle Senapan Legendaris di 3 Perang Besar 150x150 M1 Garand Rifle: Senapan Legendaris di 3 Perang BesarSenapan ini berjuluk M1 Garand Rifle atau dikenal juga sebagai Caliber .30 M1. Sudah sepantasnya jika senjata ini dimasukkan dalam kategori senapan legendaris.

Masa bakti M1 Garand merentang dari PD II, Perang Korea, hingga Perang Vietnam. Saat PD II, Garand dipakai baik di teater Eropa maupun Pasifik.

M1 Garand pertama kali dikembangkan pada tahun 1920an oleh John Garand, seorang karyawan yang bekerja di Springfield Armory. Springfield Armory ini merupakan pabrik pembuat M1903 Springfield -senapan yang juga punya cerita gemilang- yang di kemudian hari digantikan oleh M1 Garand.

Mulai tahun 1936-1957, tercatat lebih dari 6 juta pucuk telah diproduksi oleh berbagai pabrikan terkenal seperti Springfield Armory, Winchester, hingga Beretta. Senapan ini masih menggunakan kayu sebagai material utama hingga menyumbang lumayan pada bobot keseluruhan.

M1 Garand sudah mengadopsi mekanisme semi-otomatis. Ini berarti setiap pelatuk ditarik, saat itulah sebutir peluru akan ditembakkan. Mekanisme semi-otomatis ini merupakan versi lebih modern dari pendahulunya M1903 Springfield yang masih menggunakan mekanisme bolt-action.

Pada bolt-action, seorang serdadu perlu menarik kokang senjata setiap kali akan menembak. Kokangan ini terletak di bagian belakang, diatas popor senapan. Karena mesti mengokang, kecepatan menembak tentu saja akan kalah dengan senapan semi-otomatis.

Pada saat PD II khususnya di teater Eropa, mekanisme semi-otomatis yang dimiliki M1 Garand akhirnya memberikan keuntungan tersendiri. Hal ini disebabkan senapan standar prajurit Nazi yaitu Mauser 98k masih menggunakan mekanisme bolt-action.

 M1 Garand Rifle: Senapan Legendaris di 3 Perang Besar

M1 Garand dengan Cartridge/Magazine

M1 Garand memiliki magazine/cartridge yang dapat memuat 8 peluru. Cartridge ini dimasukkan ke senapan dari arah atas. Pada saat peluru terakhir ditembakkan, cartridge kosong akan ikut terlempar keluar dengan mengelurkan bunyi khas. Para serdadu menyebut bunyi ini dengan ‘ping’ karena memang suaranya yang mirip dengan logam yang berdenting.

Karena nyaringnya bunyi ‘ping’ ini, penggunanya sempat dibuat kerepotan. Pasalnya, bunyi ini juga akan jadi penanda buat musuh kalau si serdadu sudah kehabisan amunisi, sedang untuk mengisi cartridge baru jelas dibutuhkan waktu. Dalam perang yang sengit, beberapa detik bisa berarti hidup atau mati.

M1 Garand memiliki jarak tembak efektif sejauh 460 meter dengan maksimum jarak tembak mencapai 3200 meter. Berat senapan sekitar 9.5 pounds (sekitar 4.5 kilo) dan dapat mencapai 11.25 pounds (hampir 6 kilo) jika dicanteli berbagai aksesories.

Sebagai bukti kehandalannya, tak tanggung-tanggung George S. Patton, seorang jenderal kenamaan AS saat PD II menjuluki senapan ini sebagai “The Greatest Battle Implement Ever Devised” alias alat perang (senjata) terbaik yang pernah diimplementasikan dalam perang.[]

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/M1_Garand

http://www.surplusrifle.com/garand/index.asp

http://www.memorableplaces.com/m1garand 

Tags: , , , , , , , , , , ,

Kategori: Semesta Militer

Komentar (6)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. dwiki says:

    senjata yg legendaris, tapi ada satu senjata lagi yg tak kalah legendaris yaitu bambu runcing, senjata ini sangat bdi takuti oleh serdadu belanda karena effeck yg di hasilkan tidak lansung mati tapi teriksa selama 1 bulan,
    selain itu yg tak kalah legendarisnya Sniper kaliber 50mm yg di kembangin pasca perang dunia II, bobotnya sekita 15 – 17 kg dan mampu menembak jatuh heli kopter

  2. joviens says:

    Situs seperti ini ni yang aku cari-cari!!

    Salam, saya juga sangat menyukai dunia militer, terutama teknologinya..
    ________________________

    Syaf: Halo, salam kembali. Silahkan sering2 mampir, menunya lengkap tidak soal militer saja.

  3. Ridho cah ungaran says:

    klo boleh tau snjata kya mp5,mp7,ak-47,m4a1 brapa y kira2 hrganya

  4. pak klo m1 carbine gimana? kan m1 carbine inimempunyai kelebihan dari m1 garand terutama dalam jarak dekar, selain kickback yang lebih kecil, m1 carbine juga memiliki kapasitas peluru yang lebih banyak (10-20) sedangka m1 garand hanya 8 dan untuk mengisi ulangnya kita perlu mengeluarkan dulu cartridgenya yang berada didalam senapan yang cukup sulit untuk dikeluarkan dangan kata lain kita terpaksa harus menunggu peluru dalam senapan itu habis agar cartridgenya keluar dengan otomatais sedangkan m1 carbine dapat diisi ulang kapan saja karena cartridge menggunakan box megazine. tapi klo soal jarak jauh m1 garand lah yang berkuasa dibanding m1 carbine.

    Dwiki : dari pada siper .50 cal klo buat melawan artilery mening m2 browning (fifty cal) yaitu senapan mesin berat, kalibernya juga sama, kelebihannya jelas yaitu dapat ditembakan otomatis sedangkan sniper kaliber .50 cal calah satunya barret m82 hanya dpat menembak semi-otomatis, dan kelemahan m2 jelas yaitu beratnya yang besar (38 kg) jadi hanya dipake menggunakan tripod, dan diatas mobil jeep

  5. rian says:

    senapan semi-otomatis dengan senapan bolt action ,kekuatannya lebih gede mana ?

Tinggalkan Komentar