Mari Jalan-jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (2)
Di artikel ini, kita sudah memulai perjalanan ke Freeport, dipuncaki dengan naik tram yang ternyata macet di tengah jalan:)
Kalau disebut Freeport, orang akan langsung mengasosiasikannya dengan Grasberg. Jelas tidak salah. Grasberg yang merupakan tambang terbuka, masih menyumbang sebagian besar produksi bijih.
Saya tidak tahu persis berapa besar produksinya apalagi setelah hampir dua tahun meninggalkannya, tapi mungkin saja masih berada di kisaran 200.000 ton per hari.
Namun umur Grasberg ternyata tidak lama lagi. Jika tidak terjadi perubahan, usia tambang ini diperkirakan hanya tinggal 5-6 tahun lagi. Apa karena cadangannya sudah habis? Ternyata bukan. Metode tambang terbuka tidak mungkin diterapkan lagi karena bijih yang tersisa sudah terletak begitu dalam hingga penggunaan metode ini tidak akan layak lagi dari segi teknis dan ekonomis.
Bagaimana mengatasi masalah ini? Mau tak mau cara penambangan mesti diubah dengan tambang bawah tanah. Metode block caving akan dipilih untuk itu. Jika semua terealisasi, tambang bawah tanah ini mungkin akan jadi salah satu yang terbesar di dunia.
Skema Cadangan Bijih Freeport
Selain Grasberg, sebenarnya Freeport juga mengusahakan dua tambang lain. Keduanya merupakan tambang bawah tanah, satu sudah berproduksi cukup lama, sedang satunya sedang memulai fase produksinya. Meskipun produksi gabungan keduanya tidak sebesar yang dihasilkan Grasberg, namun untuk ukuran tambang bawah tanah skala mereka sudah termasuk raksasa.
Selain yang sudah mulai diusahakan, Freeport juga masih memiliki beberapa cadangan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Cadangan-cadangan ini akan mulai ditambang secara bertahap, sekaligus untuk menjaga tingkat produksi pada saat tambang terbuka Grasberg nanti tutup.
Dari semua keterangan ini terlihat bahwa masa depan Freeport akan ditunjang oleh tambang-tambang bawah tanah. Ini jelas menarik, karena tidak banyak tambang bawah tanah di Indonesia.
Tambang bawah tanah yang nantinya beroperasi juga merupakan tambang dengan skala besar. Ini akan menjadi tempat bagus bagi insinyur dan pekerja lokal untuk menguasai pengelolaan tambang bawah tanah raksasa.[]

Mari Jalan-jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (1)
Tembaga: Salah Satu Logam Tua
Rivalitas TNI VS Polri Penyebab Kisruh Freeport?
Tambang Bawah Tanah (Underground Mine)
Rio Tinto: Semua Bermula dari Tembaga
Bingham Canyon, Tambang Jumbo yang Terlihat dari Angkasa
Alat-alat Keselamatan Wajib Bagi Pekerja Tambang Bawah Tanah
Penembakan Freeport: Cerita Mantan Kuli
Pertambangan vs Perminyakan
Aluminium: Dulu Lebih Berharga dari Emas
Kategori: Artikel Tambang





Salut mas dengan tulisannya.
bisakah dibahas lagi mengenai metode support yakni “PASTE PLAN”
Thanks before.