Mari Jalan-jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (2)

| August 30, 2009 | 1 Komentar

Mari Jalan jalan ke Freeport Cerita Mantan Kuli 2 150x150 Mari Jalan jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (2)Di artikel ini, kita sudah memulai perjalanan ke Freeport, dipuncaki dengan naik tram yang ternyata macet di tengah jalan:)

Kalau disebut Freeport, orang akan langsung mengasosiasikannya dengan Grasberg. Jelas tidak salah. Grasberg yang merupakan tambang terbuka, masih menyumbang sebagian besar produksi bijih.

Saya tidak tahu persis berapa besar produksinya apalagi setelah hampir dua tahun meninggalkannya, tapi mungkin saja masih berada di kisaran 200.000 ton per hari.

Namun umur Grasberg ternyata tidak lama lagi. Jika tidak terjadi perubahan, usia tambang ini diperkirakan hanya tinggal 5-6 tahun lagi. Apa karena cadangannya sudah habis? Ternyata bukan. Metode tambang terbuka tidak mungkin diterapkan lagi karena bijih yang tersisa sudah terletak begitu dalam hingga penggunaan metode ini tidak akan layak lagi dari segi teknis dan ekonomis.

Bagaimana mengatasi masalah ini? Mau tak mau cara penambangan mesti diubah dengan tambang bawah tanah. Metode block caving akan dipilih untuk itu. Jika semua terealisasi, tambang bawah tanah ini mungkin akan jadi salah satu yang terbesar di dunia.

thumbnail%20orebodies Mari Jalan jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (2)

Skema Cadangan Bijih Freeport

Selain Grasberg, sebenarnya Freeport juga mengusahakan dua tambang lain. Keduanya merupakan tambang bawah tanah, satu sudah berproduksi cukup lama, sedang satunya sedang memulai fase produksinya. Meskipun produksi gabungan keduanya tidak sebesar yang dihasilkan Grasberg, namun untuk ukuran tambang bawah tanah skala mereka sudah termasuk raksasa.

Selain yang sudah mulai diusahakan, Freeport juga masih memiliki beberapa cadangan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Cadangan-cadangan ini akan mulai ditambang secara bertahap, sekaligus untuk menjaga tingkat produksi pada saat tambang terbuka Grasberg nanti tutup.

Dari semua keterangan ini terlihat bahwa masa depan Freeport akan ditunjang oleh tambang-tambang bawah tanah. Ini jelas menarik, karena tidak banyak tambang bawah tanah di Indonesia.

Tambang bawah tanah yang nantinya beroperasi juga merupakan tambang dengan skala besar. Ini akan menjadi tempat bagus bagi insinyur dan pekerja lokal untuk menguasai pengelolaan tambang bawah tanah raksasa.[]

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Kategori: Artikel Tambang

Komentar (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. rumbewas jeffryson says:

    Salut mas dengan tulisannya.
    bisakah dibahas lagi mengenai metode support yakni “PASTE PLAN”
    Thanks before.

Tinggalkan Komentar