Apa Kabar Misi Hidup?

| August 30, 2009 | 2 Komentar

Apa Kabar Misi Hidup 150x150 Apa Kabar Misi Hidup?Apa sebenar pertanyaan yang paling menggelisahkan? Mungkin tak lain adalah tentang misi hidup. Pertanyaan tentang untuk apa kita diciptakan pasti senantiasa mengusik setiap manusia.

Dalam Q.S Adz Dzariat Allah telah menyatakan bahwa tidak lain jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Kalau dalam perusahaan ini bisa disamakan dengan tujuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan sebesarnya. Sebuah misi besar bersama yang mesti dicapai bersama pula.

Namun perusahaan tentunya terdiri atas banyak bagian bahkan banyak individu yang mempunyai tugas spesifik. Jika seorang karyawan berhasil menyelesaikan tugas spesifiknya dengan baik maka tertunaikan pula tugasnya. Kontribusinya bagi misi perusahaan pun menjadi optimal.


Barangkali ini pulalah yang berlaku dalam kehidupan kita. Selain misi besar untuk beribadah, setiap manusia sesungguhnya mempunyai tugas khusus yang harus dia tunaikan dalam kehidupan ini. Ketika dia melakukan banyak hal tetapi melalaikan tugas khusus ini, maka hidupnya menjadi tidak berarti.

Namun sebaliknya, ketika seseorang mampu menunaikan tugas khususnya meskipun tidak melakukan pekerjaan lain, dia telah dianggap mampu menunaikan tugasnya.

Ini mirip dengan perumpamaan seorang yang dikirim untuk menyampaikan sebuah berita ke suatu kota. Dalam perjalanan mungkin dia melakukan banyak hal, tapi jika berita itu tidak tersampaikan dia tetap dianggap gagal. Namun, jika dia langsung datang ke kota tersebut dan menyampaikan berita yang menjadi kewajibannya, dia telah dianggap berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Itu pula mengapa, kadang kita merasa telah melakukan banyak pekerjaan, tapi seperti tidak menimbulkan bekas yang berarti. Semua bisa jadi dikarenakan kita belum melakukan apa yang menjadi tugas khusus kita.

Pertanyaannya adalah, kapan kita tahu kita telah menemukan sesuatu yang menjadi tugas khusus kita? Di satu saat mungkin kita pernah melakukan sesuatu yang biarpun dengan tenaga minimal tetapi ternyata memberikan hasil atau dampak yang besar. Bagi kita, pekerjaan itu ringan saja, tapi tidak bagi orang lain. Orang lain akan memerlukan upaya besar untuk menyelesaikannya, sedangkan bagi kita itu mudah saja.

Nah jika ini pernah terasakan, itu salah satu tanda bahwa kita telah menemukan apa yang menjadi tugas khusus kita. “Pekerjaan”  disini bisa berarti profesi, peran, keahlian, keterampilan, atau apapun juga. Sehingga dengan upaya minimal kita telah mampu memberikan kemanfaatan yang luar biasa.

Selamat mencari dan menemukan tugas khusus kita masing-masing. Kadang untuk menemukannya diperlukan keberanian berubah disertai terusiknya kenyamanan yang telah kita rasakan sekarang. Karena tidak semua berani menanggung, tak mengherankan jika tak semua pula yang berhasil menemukan tugas khususnya, bahkan di keseluruhan kehidupannya. Semoga kita bukan salah satunya.[]

Tags: , , , , , , , ,

Kategori: Nutrisi Jiwa

Komentar (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Nina says:

    Halo, bro. Gimana kabar ramadan di sono? ^^
    Dulu, hampir setaun yang lalu, seorang teman lama menanyakan hal yang sama “Untuk apa kita hidup?” Dan surat adz dzariyat juga yang kita bahas. That was my “A-HA!” moment.
    Suatu pencerahan bagi seorang manusia yang mulai terbawa rutinitas. Bukan dalam arti I’m-on-a-mission-to-search-an-important-life’s-mission! :) tapi dalam pengaplikasiannya yang ternyata luas sekali, (seharusnya) mudah sekali dan maknanya dalam sekali.

    Quote favoritku dari Thich Nhat Hanh…
    “Use your time wisely. Every moment produce beautiful thoughts, loving, kindness, forgiveness. Say beautiful things, inspire, forgive, act physically to protect and help”

    Take care, Nen.
    _________________________

    Syaf: Halo nin,

    Ramadhan disini puanjang, jam setengah 9 baru maghrib:) Iya, pokok e kudu jadi orang yang sadar.

    Itu kutipannya macem dari orang vietnam gitu ya..Take care juga, Nin

  2. Nina says:

    ho oh.
    buddhist monk dari vietnam.

Tinggalkan Komentar