In Memoriam Rendra, Terbanglah Menuju Sang Raja
Hidup tidaklah untuk mengaduh dan mengeluh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samudera
Serta mencipta dan mengukir dunia
Kita menyandang tugas
Karena tugas adalah tugas
Bukan hanya demi sorga dan neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia
(W.S. Rendra, 1972)
Saya tidak kenal Rendra. Saya pun bukan penikmat intens karya-karyanya. Tapi saya jelas terkesan dengan petikan sajaknya ini.
Jika sajak ini ditanyakan kepada tokoh agama, jelas mereka tidak akan setuju. Karena tugas manusia di dunia sudah jelas, menyembah Tuhan dan berbuat baik untuk kelak mendapatkan surga.
Entahlah, buat saya, pendekatan yang melulu seperti ini justru malah menegaskan sifat “materialistis” manusia. Bayangkan, dari lahir hingga matinya, manusia senantiasa mengharapkan kenikmatan dan kesenangan. Sangat sedikit yang secara sadar menolak manis madu dunia.
Sebagai makhluk pencari nikmat tak ingin terputus ia dari segala kesenangan. Menukar pengabdian kepada Tuhan dan manusia untuk melanjutkan kenikmatan lain setelah mati, surga.
Transaksi surga yang seperti transaksi dagang. Saya beri maka saya dapat. Saya mencintaiMu karena saya berpamrih surgaMu. Sebuah cinta dengan syarat.
Tuhan memang telah menjanjikan surga. Bolehlah itu sebagai pemanis. Tetapi bagi manusia yang benar-benar sadar, tanpa itupun semestinya dia telah terdorong buat mencinta dan berbuat baik.
Tanpa iming-iming permen surga manusia mesti tergerak mengolah tanah, menyelami lautan, mencipta dan mengukir dunia.
Karena itu adalah tugas. Dan tugas adalah tugas. Tugas menuntut penunaian. Penunaian tugas yang kelak jadi penegas akan beda manusia dengan makhluk melata, penegas akan kehormatan manusia.
Atau dengarlah doa sufi perempuan Rabi’ah al Adawiyah, dia tulus mencinta tanpa berharap balas: Jika dalam pengabdianku padaMu aku mengharap surga maka jauhkanlah aku darinya, begitu pula ketika aku mengharap dijauhkan dari neraka maka masukkanlah aku kedalamnya. Sesungguhnya aku mengabdimu disebabkan rasa cintaku yang teramat besar kepadaMu.
Kini si burung merak telah terbang ke langit. Terbang kembali ke pemberi tugas. Semoga Sang Raja berkenan atas laporan tugas-tugasnya.[]
Kategori: Langlang Fikir





Ingat maut.maut.maut. Buat yang masih hidup, kita akan meninggalkan dunia, atau ditinggalkan dunia.