Blog Teroris: Sah Membunuh Demi Tuhan?
Berita panas! Seorang yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman Mega Kuningan menuliskan pernyataannya di blog.
Kebenaran pernyataan yang mengatasnamakan Nordin M. Top ini masih diselidiki. Artikel ini tidak bermaksud hendak terlibat dalam analisis keotentikan pernyataan itu. Artikel ini hendak berbicara soal yang lain: KEBENCIAN.
Pernyataan yang tertulis di blog itu sungguh penuh dengan nuansa benci. Ayat Qur’an suci semena-mena diperkosa, dikutip, dan dipenggal sekedar untuk menebalkan rasa benci. Tak urung, agama terseret dalam lembah hitam dan terturunkan nilainya sebagai penyubur kebencian.
Kenapa kebencian atas nama agama sulit diredam? Ada setidaknya dua sebab:
Pertama, mistifikasi motif kebencian. Agama memberi landasan ideologis dan pembenaran simbolis. Ketika berperang melawan yang berbeda, mereka merasa membela iman dan kebenaran, dengan kata lain, demi Tuhan sendiri.
Yang menarik dalam konflik antar agama, pihak lawan pun mempunyai alasan serupa, membela Tuhan Mereka. Begitulah konflik menjadi langgeng, tidak kunjung usai. Setiap pihak merasa sebagai laskar Tuhan.
Dengan memistiskan motif tersebut, konflik berubah menjadi perjuangan yang menyangkut keberadaan manusia sebagai “khalifah Tuhan”, lalu menjadi lebih irasional. Setiap kompromi akan dianggap sebagai kelemahan bahkan pengkhianatan. Pembunuhan pun bisa menjadi sesuatu yang impersonal. Karena demi Tuhan, mereka merasa tidak membunuh seorang pribadi manusia. Mereka yakin Tuhan lah yang menggerakkan mereka.
Kedua, alasan historis. Pertentangan dan kebencian itu merupakan warisan sejarah. Karena telah jadi warisan, kebencian itu turut mempengaruhi perkembangan teologi dari agama -agama tersebut, baik dalam penafsiran kitab suci, fatwa, hukum, dan sebagainya.
Akibatnya, jadi tidak aneh kalo anak-anak kecil sudah diajari untuk membenci suatu kaum yang bahkan si anak ini belum pernah bertemu atau mengenal seorang pun dari kaum itu. Akhirnya generalisasi berlebihan dan prasangka yang kemudian ambil peran.
Dibutuhkan lebih banyak orang yang mampu mengatasi kebencian itu, menolak determinasi sejarah dan mengadakan reinterpretasi secara kritis dan kontekstual. Membangun persahabatan tulus dan kerja sama jelas lebih berguna.[]
Kategori: Langlang Fikir





Membunuh demi Tuhan ya?
Saya kurang tahu jelas, tapi ada yang saya yakini..
Semua orang yang mencari dan berseru pada Nya pasti akan didengar, mengakuiNya berdaulat pada hidup kita..
Setelah itu, ketika membunuh atau melakukan dosa apapun, pasti tidak akan dibiarkan..ajaib caraNya kan?
sangat memprihatinkan keadaan ini. Semoga ada pertobatan bagi mereka yang melakukan tindakan2x tsb.
Agama tidak mengajarkan untuk membenci atau memusuhi. Agama mengajarkan untuk bersikap adil dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Perlakukan sesuatu sesuai dengan porsinya.
Kepada musuh yang menindas, merampas dan membunuh, pasti dibenarkan untuk diperangi dan dibunuh.
Kepada kaum yang bersahabat dan menghormati kita, apapun kepercayaannya, kitapun wajib perlakukan mereka secara baik.
Prinsip-prinsip agama tersebut sesuai dengan prinsip kebenaran universal dan tidak bertentangan.
Teroris adalah angkara murka yang melakukan tindakannya tidak berdasarkan prinsip kebenaran universal dari agama manapun, tapi berdasarkan hawa nafsu setan.
Negara-negara besar yang sering menindas negara lain yang lemah dan kemudian memanipulasi tindakannya sebagai “demokrasi”, “pembebasan” juga termasuk katagori teroris. Ini lebih berbahaya karena kadang-kadang masyarakat tidak menyadarinya karena tipuan dan intrik yang canggih. Korban teroris jenis ini jauh lebih banyak dari teroris jenis lain (contoh Iraq, Afghanistan, Palestina).
Bahkan mungkin teroris yang beraksi di Indonesia merupakan rekayasa dari negara-negara besar yang akan mendapat keuntungan dari instabilitas di negara kita (secret operation), atau untuk memojokkan agama tertentu.