Dalam satu ayat di Qur’an suci, malaikat bertanya kepada Tuhan atas rencanaNya menciptakan manusia, “Kenapa Engkau hendak menciptakan makhluk yang hanya akan menumpahkan darah?”
Tanya malaikat kembali jadi nyata hari ini. Dua ledakan mengakibatkan tercabutnya nyawa manusia secara acak. Puluhan lainnya terluka yang diantaranya mungkin tidak akan pernah pulih seperti semula.
Memang, pihak berwenang belum menyimpulkan sebab pasti ledakan. Namun dari peristiwa yang berturutan dalam hitungan menit, menjadi tanda kuat ini bukan kebetulan semata. Ditemukannya jenazah dengan anggota tubuh terpisah, menambah pertanda seseorang telah meledakkan diri bersama bahan peledak yang dibawanya.
Penyebab pasti tentu mesti menunggu keterangan pihak berwenang. Namun, pikiran saya tetap melayang, apa yang menggerakkan orang-orang ini untuk membalut tubuh mereka dengan bom, melangkah yakin ke tengah kerumunan orang, kemudian meledakkan diri begitu saja.
Padahal orang di kerumunan ini belum pernah menyakiti mereka, bukan pula musuh mereka. Orang di kerumunan itu adalah anak, ayah, atau ibu, mempunyai orang yang dicintai dan mencintai. Tidakkah terbayang semua tindakan itu akan meninggalkan luka menganga tidak hanya pada kerabat melainkan juga pada semesta kemanusiaan.
Apa yang sebenarnya hendak diraih dengan tindakan itu? Balasan surga? Bagaimana mungkin surga diraih dengan jalan darah, sedang firmanNya jelas menyatakan menghilangkan satu nyawa seakan membunuh semua manusia.
Apa yang hendak ditegakkan, jika tindakan itu justru merubuhkan. Bukan pula menuju kemenangan jika justru membawa kerusakan. Tidak pula jalan kemuliaan jika segala perbuatan malah mencerminkan kehinaan.
Untuk peristiwa ini kita mesti menundukkan kepala. Sambil merenung dalam akan nilai kemanusiaan kita. Pantaskah manusia menyandang keutamaan sebagai makhluk termulia, atau sebaliknya, tak lebih seperti tanya malaikat kepada Tuhannya.[]
Tulisan terkait:
Kita belum tau siapa yang membom..
tapi tetaplah mereka orang berharga dan bernilai di mata Pencipta
Puisi untuk mereka
http://romailprincipe.wordpress.com/2009/07/17/pelaku-pemboman-selamat-anda-berhasil/
ketika Tuhan melih orang untuk kembali kepada Nya dengan berbagai car ,ketika Dia mengingatkan kankita ada duka ada suka ,,mereka pelaku bisa dikatakan setan setan pencabut nyawa untuk mengantar korban ketempat yang mulai ,hnay mereka yang yang dipilh menjadi pelaku karena sang pencipta sdh menetapkan pelaku penghuni ruang penderitaan abadi biar saat ini kita melihat saat kapan kita tidak harus berpaling darinya ,karena diantar kita dilih untuk menjadi yang berada ditempat mulia atau tempat sengsara abadi .
reaksi pertama : ” You stupid coward!”
reaksi selanjutnya : ” The circle of violence won’t solve anything.
Whoever you are, you stupid and coward people who are trying to destroy my country, I pray your family won’t suffer the same fate as the victims of the bombings of the JW Marriott and Ritz-Carlton today.
Deepest condolences.
_________________________
Syaf: Bener2 prihatin
TERRRLLLLAAAAALLLLLLUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
Sama Juragan Wapres…
Teeeeeeeeerrrrrrrrrrrrllllllllllaaaaaaaaaaaaallllllluuuuuu…
Salam Perubahan..
Salam Anak Bangsa..
http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/17/pledoi-seorang-perokok
Hmmm….
Ya, menarik juga ya post ini sampai-sampai masuk tulisan teratas!
Jangan lupa kunjungi blog saya di http://adf.ly/JYb sekalian memberi komentar dan masukan terkait dengan nominasi APM!
sadiss..
kejam..
dan sedih buat mereka yg ditinggalkan..
pertama berkunjung, salam kenal..
__________________________
Syaf: Salam kenal juga
we will not go down against terorism…
my deepest condolence for the victim & family..
Ulasannya bagus. Salam kenal ya Mas..
_________________________
Syaf: Sama2, salam juga