Sukses? Tak Perlu Bakat Besar

| March 20, 2009 | 4 Komentar

Sukses Tak Perlu Bakat Besar 150x150 Sukses? Tak Perlu Bakat BesarBisakah orang Bandung yang masing-masing punya uang 50 ribu dan 5 ribu bepergian ke Jakarta?

Tentu saja mungkin. Dengan bekal 50 ribu, orang pertama dapat langsung menuju stasiun atau terminal dan memilih angkutan yang disukainya. Berbeda dengan orang kedua yang hanya memiliki 5 ribu. Dia pasti harus berusaha lebih keras.

Pertama, uang 5 ribu ini mesti dia belikan beberapa butir apel, misalnya, yang kemudian dijual kembali dan keuntungannya kembali dijadikan modal, begitu seterusnya hingga katakanlah terkumpul 50 ribu. Dengan uang sejumlah ini dia akan bisa menyusul orang pertama menuju Jakarta.


Kisah ini mirip dengan bakat. Ada orang-orang yang diberi bakat besar dalam satu bidang, ada yang sedang saja. Kabar baiknya, bakat bukanlah segalanya. Yang merasa memiliki bakat mepet tetap bisa mencapai puncak sukses dengan berusaha ulet tak kenal menyerah.

Bakat seperti bekal uang. Berbekal besar namun tidak sadar dan tidak punya kehendak, akan sia-sia. Berbekal sedikit namun bertekad baja akan berakhir memetik hasil manis.

Namun hasil paling maksimal akan didapat jika seseorang ini telah juga menemukan apa yang menjadi sisi kuat dalam dirinya. Sisi kuat akan lebih mudah diasah dibanding sisi yang lebih lemah. Mirip dengan kapak, bagian tajam yang selalu diasah, bukan sisi yang tumpul.

Itu sebab, orang hebat bukanlah individu dengan bakat besar. Orang hebat adalah orang biasa yang sadar akan kebiasaannya namun berusaha dengan ketekunan luar biasa untuk terus mengasah potensi kemanusian yang diberikan Tuhan kepadanya.[]

Tags: , , , , ,

Kategori: Nutrisi Jiwa

Komentar (4)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. wah mantap postnya bang, bener sekali bang, banyak orang yg mempunyai bakat, tp krn dia ‘sepertinya’ mempunyai bakat jadi ngerasa lain sendiri, special dan tidak mengasah apa yg dimilikinya dan hanya terpaku dengan bakatnya.

    bakat tanpa usaha, kemauan dan kerja keras kayanya sia – sia juga :D faktor lucky berpengaruh ga yah :lol:
    _________________________

    Syaf: Hoki dikit banyak (ato banyak banyak) tetep ada pengaruhnya kali ya..

  2. nurjannah says:

    terkadang kita ga pernah tau kalau kita sebenarnya punya bakat yang ga pernah di miliki oleh orang lain, tapi kita malu untuk mencoba bakat kita. semangat terus untuk mencari bakat yang terpendam !!!!!!

  3. Budi says:

    sejujurnya saya dulu menganggap bahwa saya punya bakat public speaking, tapi akhir akhir ini, saya jadi berubah keyakinan, yaitu saya tidak punya bakat apa apa, dan ini berdasar pengalaman saya sendiri yang tidak pernah sukses ketika ada kesempatan berbicara di depan umum, kemudian saya melihat banyak kecerdasan yang berbeda beda, saya coba dan tidak pernah berhasil, banyak bakat yang bermacam macam, saya coba dan tidak pernah berhasil, orang orang tidak tertarik, walaupun mereka tidak mengejek karena mereka adalah orang yang sopan, bakat memang ada tapi untuk orang yang beruntung, dan tidak semua orang punya bakat.

    • anonim says:

      wah itu sih soal gampang. coba saja baca sebanyak mungkin buku ttg public speaking .dengarkan sebanyak mungkin video dan kaset public speaking .

Tinggalkan Komentar