Jalan Baik, Menuju Indonesia Lebih Baik

| February 25, 2009 | 2 Komentar

Jalan Baik Menuju Indonesia Lebih Baik 150x150 Jalan Baik, Menuju Indonesia Lebih BaikKenapa ya kok ada negara yang maju, tapi ada juga yang masih nyungsep. Padahal di negara yang belum maju itu bukannya kurang orang pinter, bukannya miskin sumber daya.

Mungkin kalo diurai sebabnya bisa panjang. Tapi sepertinya yang bikin beda ini terutama bukan karena kekayaan alamnya, bukan karena kesuburan tanahnya, tapi lebih tergantung dari tabiat manusia-manusia yang diam di dalamnya.

Kalo di negara yang lebih maju, tanpa ada kondektur pun orang-orang beli tiket dulu sebelum naik sepur. Tanpa ada pak polisi pun nyebrangnya pada di zebra cross. Ga semuanya taat peraturan juga sih, cuma yang taat jelas lebih banyak dari yang tidak.

Berarti tingkat kesadaran orang-orang di negara yang lebih maju ini sudah melewati tataran peraturan. Mereka sudah punya pemahaman, biarpun apa yang saya lakukan ini ga akan ketauan, tapi saya berpotensi bisa merugikan orang lain. Karena saya juga ga ingin dirugikan, maka berarti saya ga boleh melakukan tindakan ini.

Lebih jauh lagi kalo seseorang sudah mampu bertindak tidak sekedar karena benar-salah (hukum), tapi juga telah mampu mempertimbangkan perihal baik-buruk (etika).

Contohnya, ada anggota keluarga yang kesusahan, kalo kita ga membantu mereka biarpun kita punya uang, ga akan ada hukum yang dilanggar. Tapi secara etika ini bisa dipertanyakan.

Kok saya membayangkan kalo lebih banyak orang yang juga turut mempertimbangkan etika dalam setiap tindakannya, kondisi negeri kita tercinta ini akan lebih baik.

Landasan etika akan mendorong orang tidak melakukan pelanggaran biarpun tindakannya itu tidak akan ketauan, tapi juga sebaliknya, mendorong seseorang melakukan kebaikan yang lebih biarpun peraturan tidak mengharuskan.

Terus dari mana untuk memulai semuanya? Cara yang paling efektif itu ya dari keteladanan. Yang jadi pemimpin jadi teladan buat yang dipimpin, yang jadi pedagang beri contoh buat pedagang lainnya. Dan yang pasti bisa dilakukan kita semua sebagai anggota keluarga adalah memberi contoh pada keluarga kita.

Cuma memang akan lebih baik kalo antar orang-orang yang punya tujuan sama ini kemudian berhimpun dan memberi contoh bersama, hasilnya tentu akan lebih maksi.

Monggo silahkan berkumpul dalam wadah apapun, bisa organisasi  profesi, organisasi politik, ato paguyuban antar RT. Yang penting beroperasi lah yang bener, jangan menyimpang dari jalan baik. Biar bawa kemanfaatan dan jadi contoh buat yang lain.[] 

Tags: , , , , ,

Kategori: Langlang Fikir

Komentar (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. nina says:

    Ya,bro. Mulai dari yang paling dekat. Keluarga dan tetangga.
    Btw, piye cuaca di sono? Istri masih belum ikut juga?^^
    _________________________

    Syaf: Cuaca masih dingin, beberapa hari lalu malah dibawah 0. Iya nih, istri masih di Indonesia

  2. Ben says:

    Halo Mas Syafril, apa kabar ?

    Ya memang untuk menjadi baik itu, dituntut adanya kebiasaan baik yang membiasa. Sesuatu yang sudah mengakar baik, otomatis akan menjadikan sebuah komunitas itu dipandang baik. Dan negara-negara maju itu sudah bisa dipastikan karena memiliki banyak komunitas baik di dalamnya :)

    Salam hangat
    Ben

    http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
    http://benagewe.blogdetik.com
    __________________________

    Syaf: Kabar sae mas ben..

    Pokoknya kalo yang baik2 itu pasti juga akan bikin baik..halah..

Tinggalkan Komentar