Arsip untuk Februari, 2009

Urutan Menambang

Cincin kawin adalah barang jadi. Sebelum melingkar di jari manis, proses panjang sudah terlalui sebelumnya.

Begitu juga segala rupa barang berbahan baku hasil tambang, urut-urutan proses panjang pasti sudah mendahului.

Proses yang menjadi lingkup pertambangan umumnya dibedakan menjadi 3 tahap: eksplorasi, penambangan, dan metalurgi.
Lanjutkan membaca ‘Urutan Menambang’

Pertambangan vs Perminyakan

Pertambangan dan perminyakan jelas beda. Di kampus, keduanya dibedakan menjadi dua jurusan yang berlainan.

Teknik Pertambangan berkutat pada studi bahan mineral berbentuk padat.

Batubara, tembaga, emas, perak, uranium, pokoknya asal masih padat, masuk dalam wilayah pertambangan.

Sedang Teknik Perminyakan mencakup minyak bumi dan gas alias bahan tambang berbentuk non padat.
Lanjutkan membaca ‘Pertambangan vs Perminyakan’

Gedung Bernama Orang

Tanggal 25 Pebruari 2009 lalu, Kompas memuat berita mengenai sumbangan pengusaha nasional Aburizal Bakrie sebesar Rp. 25 milyar bagi pembangunan laboratorium teknik di ITB. Sebagian alumni lantas mengeluarkan petisi yang intinya menghimbau ITB untuk menolak sumbangan tersebut.

Satu alasan penolakan adalah agar Aburizal menuntaskan terlebih dahulu ganti rugi Lapindo sebelum malah menyumbang milyaran rupiah. Secara hukum bisa saja tidak ada masalah, tapi ini jadi tidak pas dipandang dari sisi etika. Bagaimana ITB akan menerima sumbangan sedang korban lumpur yang semestinya lebih berhak menerima dana itu belum tertuntaskan semua haknya.
Lanjutkan membaca ‘Gedung Bernama Orang’

Arthur L. Hawkesworth (1869-1925), Penemu Mesin Bor Modern

Di awal tahun 20an, Hawkesworth adalah seorang ahli mekanik di Anaconda Copper Mining Co.

Dia terkenal sebagai penemu mesin bor tambang dengan mata bor yang dapat dibongkar pasang. Dengan penemuannya, sebuah bor dapat dibuat tetap produktif dengan hanya mengganti ujung mata bor.

Sebelum penemuan itu, seorang operator bor tambang bawah tanah memerlukan banyak batang bor dengan panjang bervariasi mulai dari 13, 20, dan 26 m untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.

Selama bertahun-tahun Hawkesworth mengamati bahwa dengan metode konvensional, pekerja mesti mengirim batang bor dengan berbagai ukuran ke area kerja di bawah tanah. Setelah bor tumpul karena digunakan, batang bor ini mesti dikirim ke permukaan untuk dipertajam kembali.
Lanjutkan membaca ‘Arthur L. Hawkesworth (1869-1925), Penemu Mesin Bor Modern’

Tambang, Riwayatmu Dulu

Sejarah pertambangan bisa dilacak mundur setua peradaban manusia itu sendiri.

Satu fakta yang mudah dipahami. Manusia memerlukan bahan mentah untuk membuat bermacam perkakas sebagai penunjang kehidupan.

Sesuai sifatnya, bahan mentah adalah bahan dasar yang tidak dapat diciptakan. Material ini mesti diekstrak dari alam yang hanya bisa didapatkan melalui 2 cara: menanam dan menambang.
Lanjutkan membaca ‘Tambang, Riwayatmu Dulu’

Jalan Baik, Menuju Indonesia Lebih Baik

Kenapa ya kok ada negara yang maju, tapi ada juga yang masih nyungsep. Padahal di negara yang belum maju itu bukannya kurang orang pinter, bukannya miskin sumber daya.

Mungkin kalo diurai sebabnya bisa panjang. Tapi sepertinya yang bikin beda ini terutama bukan karena kekayaan alamnya, bukan karena kesuburan tanahnya, tapi lebih tergantung dari tabiat manusia-manusia yang diam di dalamnya.
Lanjutkan membaca ‘Jalan Baik, Menuju Indonesia Lebih Baik’

Halaman Berikutnya »


Kunjungan

  • 59,222 pelancong

Masukkan alamat E-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui E-mail.