Linkage, Agar Industri dan Dunia Akademis Makin Klop

| January 30, 2009 | 0 Komentar

Linkage Agar Industri dan Dunia Akademis Makin Klop 150x150 Linkage, Agar Industri dan Dunia Akademis Makin KlopIni sebetulnya bukan gagasan baru. Inti idenya adalah bagaimana menghubungkan industri dengan dunia akademis -dalam hal ini perguruan tinggi- dalam pertalian yang kuat.

Dua dunia ini mempunyai potensi besar untuk saling berikatan dalam hubungan simbiosis mutualisme erat.

Para profesor di kampus memerlukan dana untuk melanjutkan riset-riset mereka, sedang industri memerlukan inovasi dan pemecahan masalah aktual perusahaan.

Ada contoh bagus mengenai ini. Di seminar yang saya ikuti beberapa waktu lalu, seorang profesor menceritakan pengalaman risetnya di sebuah perusahaan tambang.

Dari situ terungkap fakta bahwa operasi pemisahan logam berharga dari bijih ternyata membutuhkan konsumsi listrik yang luar biasa besar. Ini belum termasuk biaya ketidakefisienan proses yang menyebabkan biaya suku cadang alat juga menjadi besar.

Di riset yang dia lakukan, pak profesor ingin mengurangi konsumsi listrik antara 3-5% saja, plus memperbaiki desain mesin pengolahan sehingga dapat berjalan lebih efisien.

Angka 3-5% penghematan memang nampaknya kecil, tapi jika dikalikan dengan konsumsi listrik yang raksasa, angka penghematannya pun jadi luar biasa. Tak lain  tak bukan, penghematan energi berarti juga penurunan biaya produksi.

Dengan ide riset semacam ini, kalangan industri jadi tak segan merogoh kocek untuk turut membiayai. Masalah ini adalah sesuatu yang menyentuh kepentingan langsung mereka.  Hasil riset juga jelas, bayangkan berapa biaya dan sumber daya lain yang dapat mereka hemat nantinya.

Cuma jangan terburu-buru mempersempit penilaian kalau penelitian sejenis diabdikan sepenuhnya untuk hal-hal ekonomis semata. Karena ternyata ada pula nilai-nilai non ekonomis yang kadang bernilai lebih tinggi.

Saat ditanya kenapa dia begitu serius mendalami penelitian ini? Jawab si profesor, karena  saya pun ingin ikut andil dalam usaha penyelamatan lingkungan. Karena setiap  penghematan listrik, berarti berkurangnya emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Ini jelas tujuan non-ekonomi yang juga bernilai sangat tinggi.

Pertalian atau linkage antara industri dan perguruan tinggi pada akhirnya akan selalu memunculkan inovasi yang tidak sekedar inovasi, melainkan yang memang praktikal dan dapat digunakan. Hubungan timbal balik ini akan terus menyempurnakan sistem hingga semakin efisien. Semakin efisien suatu sistem berarti daya saing juga akan terkatrol.

Kaidah ini pasti juga berlaku di Indonesia. Linkage antara industri dan perguruan tinggi perlu senantiasa ditingkatkan untuk mencapai taraf ‘competitiveness’ yang semakin menaik pula.[] 

Tags: , , , , , , ,

Kategori: Langlang Fikir

Tinggalkan Komentar