Pingin Sekolah ke Luar Negeri tapi IP Kurang Maknyuss..Bisakah?
Ini kalimat normal dari peminat beasiswa tapi merasa punya IP ga kinclong-kinclong amat.
Trus gimana? Apa bisa dapat beasiswa dengan nilai ga terlalu mengkilap? Jawaban saya, mungkin.
Kalo kita lihat website universitas di Amerika, sebagain memang mencantumkan minimal IP 3 di level sarjana. Meski ada universitas lain yang cuma minta 2.75.
Pun mereka menulis minimal IP 3 tapi sebagian sekolah menambahkan kalimat yang kira-kira isinya: Nilai kurang dari itu bisa diterima, asal pelamar memiliki poin lain yang bisa menutup kekurangan itu.
Untuk diketahui, universitas-universitas top umumnya malah tidak pernah mencantumkan skor IP minimal. Memang kita bisa bilang, ya iyalah yang daftar sekolah top pasti juga orang-orang dengan IP top.
Betul, tapi kita mesti lihat semangatnya juga kalo selain IP ada faktor lain yang mereka gunakan sebagai bahan pertimbangan penerimaan mahasiswa baru, jadi tidak melulu dari IP.
Menurut bocoran, aspek yang mereka jadikan pertimbangan untuk menerima dan memberi beasiswa ada beberapa: IP, surat rekomendasi, kesesuaian riset dengan profesor, GRE, pengalaman kerja, dan hal lain yang saya tidak tahu persis.
Apa ini cuma teori diatas kertas? Tidak, ini pernah kejadian. Saya ada cerita, seorang pelamar yang akhirnya menang beasiswa meski IP nya dibawah 3.
Jadi ternyata, meskipun universitas mempersyaratkan minimal IP 3, profesor yang tertarik bisa mengirim surat ke bagian admission menerangkan biarpun si calon mahasiswa ini nilainya ga nyampe tapi si prof melihat ada kelebihan lain yang dapat menutup kekurangan IP itu. Hingga akhirnya, diterimalah pelamar itu.
Jadi tak perlu terus pesimis dengan nilai yang ga bagus-bagus amat. Pastikan saja untuk mempunyai poin lain yang dapat menambal kekurangan nilai IP. Poin ini bisa macem-macem: pengalaman kerja, kursus, pengalaman ngajar les/bimbel, kegiatan ekstrakurikuler, kerja di lab, nilai GRE yang bagus, dan buanyak lagi.
Jadi kalo sudah ada keinginan, mesti maju terus. Karena kita tidak akan tahu sebelum akhirnya mencoba. Tidak mencoba sudah pasti tidak dapat, kalo mencoba, belum tentu dapat. Tinggal pilih, mo “pasti ga dapat” atau “belum tentu dapat”.[]
Tulisan terkait:
Sumber gambar: http://karantina.deptan.go.id/images/wisuda.jpg

Bara Gaza
Tembaga: Salah Satu Logam Tua
Tegas Mengambil Keputusan dan Contoh Eisenhower
Main Fan (Kipas Utama), Bagian Penting di Sistem
GObama, Soal Presiden Kulit Hitam Itu
Teror Ternyata Mirip Gosip, Makin Digosok Makin Sip
Mari Jalan-jalan ke Freeport: Cerita Mantan Kuli (2)
Persiapan Menjelang Berangkat: Tiket Pesawat, Barang Bawaan, Apalagi?
Harap dan Takut sebagai Pemantik Kekuatan
Faktor Utama dalam Pemilihan Metode Tambang
Kategori: Tips Beasiswa




hey there…
nice blog u got
i want to change my link with you
n ive link u in my blog
would u mind to link me back?
tanx tho..
nice to meet u..
_________________________
Syaf: I already linked u back
Iya neh,, IP tu jadi masalah urgent banget bwat mahasiswa.
apalagi klo gk bisa memprtahankan IP biar stance di jalur beasiswa..
bisa ilang deh beasiswana..
iya bener…walaupun…ip-qu ga bgs2 amat…tp tetep punya cita2 buat nyari ilmu sebanyak dan setinggi-tingginya…huffft…andai ada yg mau mengerti…
saya punya temen ipk nya 2.9//dpt beasiswa dr embassy france…nilai plusnya ieltsnya 7.5 dan mantan abnone…haha,,,
gimana ya cara mendapatkan nama profesor yang ingin dibantu research nya? soalnya IP saya di bawah 3 juga nih.. Tapi emang dah punya pengalaman kerja
___________________________
Syaf: Mesti nanya langsung. Kirim saja imel, perkenalkan diri, trus coba ditanya ada peluang buat riset ga.
Trimakasih byk ya,mas. Wah, saya baru baca seluruhnya post ttg beasiswa. Ternyata memberi banyak pencerahan.
Bolehkah kira2 saya simpulkan seperti ini? Bahwa, kalau TOEFL dan GRE belum beres, sebenernya belum bisa melakukan apa2? artinya, kita harus ada TOEFL yang terbaru donk, supaya bisa apply. Dan kalau TOEFL/GRE belum dilakukan, yang artinya belum bisa apply, maka tidak usah hub profesor2 dulu.
Atau menurut mas, bisa dilakukan seiring?
________________________
Syaf: Sama2, semoga bermanfaat
Belum TOEFL/GRE emang jadinya belum bisa daftar. Tapi untuk hubungi prof bisa kapan saja, ga masalah.
Sekalian aja, kalo hub prof beberapa univ langsung. Kalo ada 1 or 2 prof yang kasih sinyal kan ngejar TOEFL/GRE nya jadi tambah semangat.
Ok, sip..sip…
Waaa… kita ternyata satu almamater mas. Tapi saya FMIPA angk’01, lulusan 2006. Moga2 bisa mengikuti jejaknya mas Syaf..
Trimakasih byk, sekali lagi!
___________________________
Syaf: Hehe, begitu ya. Kalo gitu hormat dulu ama senior..
Sama2, semoga bermanfaat sekali lagi
Sori nih, bertanya lagi. Saya sudah coba hubungi beberapa profesor, tapi kok ga dijawab ya. Saya jadi ragu, apakah mereka belum baca, atau email saya tidak menarik, atau bahkan email saya terlalu pendek/panjang?
Ada sih satu yang menjawab. Tapi jawabannya adalah minta maaf karena tidak lagi menerima bimbingan untuk tahun depan.
Pertanyaan saya, email untuk profesor tuh kira2 isinya mencakup apa saja ya, Mas Syaf?
Trims
__________________________
Syaf: Mungkin perlu waktu. Kadang mereka sibuk. Kalo dah beberapa waktu ga direspon, kirim lagi aja buat pengingat.
Ada temen jurusan ekonomi, dia kirim sampai ke 50 prof. Kalo banyak univ membuka jurusan yang diminati, bisa dicoba juga kirim banyakan. Isi kan tinggal copy-paste aja.
Untuk email pertama kali biasanya saya cuma perkenalkan diri, jurusan, univ, pengalaman kerja kalo ada, minat, trus bilang pingin lanjut studi, ditutup dengan nanya ada kesempatan ga disana.
Mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk melampirkan CV ringkas.
Mas, kalau misalnya IP sudah 3 tapi di transkripnya ada mata kuliah yg dapat D dan C bagaimana ya ? Apakah tetap diterima ? Oiya, apakah yang menyeleksi itu melihat seluruh nilai2 kita atau hanya IP akhirnya saja ? *maaf banyak nanya
terima kasih,
________________________
Syaf: Saya ga tau pastinya, tapi seharusnya ga masalah.
Perihal seleksi, kita orang luar ga akan tahu. Tapi yang pasti mereka akan ngeliat semua aspek termasuk surat rekomendasi, CV, dll.
Jadi kalo udah punya IP bagus langsung coba aja.
mas tolong kirimkan contoh surat rekomendasi ya.surat rekomendasi yang berisi recomendasi dari native sspeaker yang ada di tempat saya yang menyatakan bahwa saya dapat berbahasa inggris dan bahasa inggris saya setera dengan skor toefl 500.surat rekomendasi ini ditujukan untuk :
American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Balai Pustaka Building 6th Floor
Jalan Gunung Sahari Raya No.4
Jakarta 10720 Indonesia
Ph: (+62) 21 345 2016 Ext. 301
http://www.educationusa.or.id
tolong ya mas.terima kasih banyak..
Dear Mas Syafril,
Terima kasih banyak ya sebelumnya
Terima kasih banyak ya, informasinya bikin kita tambah semangat nih dalam mencari beasiswa. Aku mau tanya, siapa tahu Mas Syafril bisa bantu. Pekerjaan saya dan background kuliah sama sekali tidak nyambung kebetulan saya kerja dulu baru kuliah. Dan sekarang saya justru ingin melanjutkan S2 dengan jurusan yang berbeda dengan pekerjaan dan kuliah, tujuannya ingin memulai karir dari bawah dengan jurusan yang benar2 diminati. Pernah tidak ya ada kasus seperti ini? Memang sih lebih baik coba dulu tapi ibarat kata sebelum perang mau tahu medannya dulu
_________________________
Syaf: Menurut saya dicoba saja. Tapi memang akan membantu kalo jurusan S2 ada hubungan dengan pekerjaan atau S1 dulu.