Pentingkah Asuransi?

| January 25, 2009 | 4 Komentar

20500 WNC auto rain umbrella 600 Pentingkah Asuransi?Kalau bicara asuransi, sebagian mungkin langsung alergi. Sebagian lagi mungkin malah punya pengalaman buruk dengan perusahaan asuransi.

Gagal bayar klaim akan jadi kekhawatiran terbesar. Sudah bayar premi rajin eh pas mengajukan klaim ada saja alasan yang membuat hak nasabah tidak bisa diperoleh sepenuhnya.

Sebagian yang lain menolak asuransi dengan alasan ‘teologis’. Nasib manusia kan di tangan Tuhan, ngapain mesti pake asuransi segala, ini kan seakan-akan mendahului ketentuan Yang Diatas.

Nasib manusia memang sudah ada yang mengatur. Dengan punya asuransi bukan berarti akan menghindarkan dari bencana. Asuransi adalah ikhtiar manusia untuk meringankan efek musibah terutama dari sisi keuangan.

Kita ambil contoh seorang ayah yang sedang dalam masa produktif. Karena suatu sebab, ternyata dia mengalami kecelakaan hingga meninggal. Karena si ayah ini tidak mempunyai asuransi jiwa, anak-anaknya yang masih sekolah jadi kehilangan sumber keuangan untuk membiayai kelanjutan sekolah mereka. Apalagi jika sang istri sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga.

Namun, jika sebelumnya mereka memiliki asuransi jiwa, setidaknya akan ada pertanggungan yang dapat di klaim dari perusahaan asuransi sehingga musibah kehilangan kepala keluarga tidak perlu diiringi dengan timbulnya badai keuangan.

Uang pertanggungan ini yang kemudian dapat digunakan untuk menutup kebutuhan sehari-hari setidaknya sampai keluarga itu telah mapan kembali. Uang yang sama juga dapat diinvestasikan kembali dengan hanya diambil hasil investasinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga

Contoh serupa juga berlaku untuk asuransi jenis lain (kecelakaan, kendaraan, penyakit kritis, dll). Bayangkan saja satu keluarga sudah menabung/berinvestasi beberapa tahun karena ingin beli rumah baru ternyata pada suatu ketika si istri sakit dan memerlukan operasi. Tabungan yang sudah dikumpulkan sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun akan langsung terkuras untuk membiayai operasi jika keluarga tersebut tidak memiliki asuransi kesehatan. Akhirnya rencana keuangan yang telah dibangun lama jadi berantakan.

Jadi apapun jenisnya, inti manfaat asuransi hampir mirip yaitu sebagai proteksi untuk meringankan efek musibah dari aspek keuangan.[]

Tulisan terkait:

Sumber gambar: http://www.artistgifts.com/images/umbrella-galleria/20500-WNC-auto-rain-umbrella-600.jpg

 

Tags: , , , , , , , ,

Kategori: Financial Planning

Komentar (4)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Masih banyak,masarakat kita yang memang banyak yang belum begitu memahami tentang asuransi. Bagus sekali anda mengupasnya.
    Thank’s informasinya.

    Salam Sukses.
    _________________________

    Syaf: Betul sekali.

    Makasih, salam sukses juga.

  2. setiawantw says:

    wah2… tapi, ada berapa jenis asuransi…?
    Saya mengalami kasus, ketika ada orang yg masuk rumah sakit, mutu/pelayanan di RS tsb “diturunkan”. Berbeda dengan orang yang membayar “cash/crash”, langsung dilayani. Kira2 perusahaan asuransi mana yg masih relevan dan cocok u/ orang yg ingin kemudahan pelayanan ketika di RS…? Thx…

  3. Johanes Setiarso says:

    Awalnya aku asuransi minded, semua teori aku telan, sampai skripsiku juga mengenai pembiayaan pensiun dengan asuransi, tapi ternyata badai justru datang dari perusahaan asuransi. Gagal bayar pada saat jatuh tempo, dengan kesal sekarang kutolak semua agen asuransi yang masuk ke kantorku, karena perusahaan asuransi hanya manis ketika menjual, tetapi ketika tiba waktunya memberi servis pada saat purna jual, ada saja alasannya. Lembaga pengawas pun tidak bisa berbuat banyak, hanya mencabut ijin, tetapi uang nasabah tetap tidak bisa kembali. Wah pokoknya menyebalkan, deh. Jadi bagaimana dunia perasuransian di Indonesia bisa maju, karena mental pengusahanya kurang baik, lebih banyak sebagai opportunis.
    _______________________

    Syaf: Waduh, turut berduka cita kalo gitu

    Untuk memperkecil resiko, berarti pemilihan perusahaan asuransi perlu dilakukan lebih hati2. Perlu perusahaan yang reputasinya bagus. Bisnis asuransi kan emang bisnis kepercayaan.

    Diantara 100 kejadian ga akan semua mulus, pasti ada yang gagal bayar. Saya ga punya data, tapi yang bisa bayar pasti lebih banyak. Soalnya resiko ga terasuransi akan lebih besar dibanding berasuransi.

  4. riki ahmad says:

    Orang bijak bilang “sedia payung sebelum hujan”
    Saya acungkan jempol buat Anda, yang sudah menyadari pentingnya memiliki proteksi. Tidak banyak lho

    orang yang memiliki kesadaran berasuransi. Pertanyaannya perlindungan bagaimana yang kita butuhkan?

    Bagi Anda yang masih bingung dalam memilih perlindungan mari berbagi informasi (untung dan ruginya

    berasuransi) di sini http://bit.ly/bMtYPR <– terbuka untuk umum dan dibantu oleh ahli keuangan

    AidilAkbar, Safir Senduk, dll…

Tinggalkan Komentar