Sistem Pendidikan di Amerika

| January 18, 2009 | 16 Komentar

Liberty Statue Sistem Pendidikan di AmerikaNegara serikat atau federal yang dipilih Amerika Serikat (AS) juga tercermin dari sistem pendidikannya yang menganut desentralisasi melalui negara-negara bagian (states).

Penanggung jawab utama semua urusan pendidikan adalah departemen pendidikan yang berkedudukan di Washington. Sedang urusan sehari-hari diserahkan penuh pada tiap negara bagian.

Mirip dengan di Indonesia, selain pemerintah, swasta dan organisasi keagamaan juga diperkenankan mendirikan sekolah-sekolah. Jenjang sekolah yang mereka dirikan bervariasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah-sekolah swasta ini juga diperbolehkan menggunakan sistem pendidikan yang berbeda dengan yang digunakan negara bagian bersangkutan. Boarding school (sekolah asrama) adalah contoh jenis sekolah yang dibuka oleh swasta atau organisasi keagamaan.

Khusus mengenai pendidikan tinggi, pendidikan tinggi di AS dapat dibedakan menjadi College dan University. College umumnya –dengan beberapa perkecualian- lebih berfokus menyelenggarakan pendidikan program sarjana (undergraduate), sedangkan university menyelenggarakan baik sarjana (undergraduate) dan pasca sarjana (graduate). Di university istilah college menjadi mirip dengan fakultas. Sebagai contoh, di university akan kita temukan College of Engineering (Fakultas Teknik) atau College of Economics (Fakultas Ekonomi).

Meskipun demikian, seperti telah disebutkan sebelumnya, college di university ini hanya mengurusi program sarjana (undergraduate). Jadi jika ada calon mahasiswa asal Indonesia ingin mendaftar program Master Teknik Pertambangan, dia mesti berhubungan dengan Graduate College (Program Pasca Sarjana). Graduate college ini kemudian akan meneruskan lamaran ke Department of Mining Engineering yang selanjutnya akan dikembalikan lagi ke Graduate College untuk diputuskan apakah calon mahasiswa itu diterima atau tidak.  Jika akhirnya diterima, mahasiswa tersebut akan terdaftar secara administratif di Graduate College dan secara akademis di Department of Mining Engineering.

Untuk program pasca sarjana, tidak semua universitas menawarkan program doktor. Beberapa diantaranya hanya menawarkan hingga jenjang master, terutama jika program itu ditujukan untuk mendidik lulusannya sebagai praktisi yang siap di dunia kerja. Program master ini juga ada 2 macam. Master terminal dan master berkelanjutan.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, master terminal adalah program untuk menyiapkan lulusannya sebagai praktisi. Setelah selesai pendidikan, dia diharapkan langsung balik ke dunia kerja. Sedang lulusan master berkelanjutan diperuntukkan bagi yang berkeinginan meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor.

Jadi jangan sampai salah memilih. Rencana masa depan sangat berpengaruh dalam pemilihan jenis jenjang master ini.[]

Tulisan terkait:

Sumber gambar: http://nextdimensions.org/wp-content/uploads/2008/01/liberty-statue.jpg

Tags: , , , , , , ,

Kategori: Tips Beasiswa

Komentar (16)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. soraya says:

    saya sangat awam dengan sitem pendidikan di Amerika, saya tertarik sekali untuk sekolah di sana untuk program pascasarjana biologi (beasiswa), bisakah Anda memberikan saran untuk tahap2 yang harus dan akan saya lalui dlm mendapatkan beasiswa tsb? lalu apakan dalam program master berkelanjutan kita jg dapat mendapat gelar untuk jenjang S2 bila kita berhenti di tengah (saya pernah membaca ttg program S3 yang tahapannya langsung dari s1) terimakasih..
    _________________________

    Syaf: tahapan paling awal tentu dengan mencari sekolah yang cocok sekaligus yang memberikan beasiswa. Dilanjut dengan memenuhi syarat2 yang mereka ajukan (TOEFL, GRE, dl). Lebih lengkap bisa dibaca di artikel2 blog ini soal tips beasiswa.

    Benar, ada yang dari S1 langsung S3. Yang seperti ini umumnya komitmen akhirnya memang S3, artinya, ga akan ada pembatasan jelas antara S2 dan S3 nya. Jadi kalo berhenti di tengah jalan ya ga akan dapat gelar master karena memang program awalnya S3.

    Tapi untuk lebih jelasnya bisa dibaca di web univ yang dituju. Mungkin saja mereka punya ketentuan lain.

  2. Jemy Polii says:

    mas, maaf ya jika pengetahuan saya terbatas. sy pingin tanggapannya…. sepengetahuan sy sistem pendidikan di Amerika sejak awal abad ke- 20 sudah menerapkan sistem pembelajaran berbasis kontekstual.barangkali hingga kini ya? sistem pembelajaran di Amerika kemudian diadopsi oleh Indonesia dengan memberlakukan KBK 2004. kalau itu benar maka mungkin bukan mirip lagi mas, tapi sama. Mungkin juga bedanya terletak pada pola penerapan. klu di Amerika mungkin tidak ada yang namanya kelulusan Ujian Nasional penentuan kelulusan oleh Washington. di Indonesia pembelajaran berbasis kontekstual tapi Jekarta yang menentukan lulus dan tidak lulus, kan lucu?????????????????? komentar mas????????
    ________________________

    Syaf: Di Amerika ga ada UAN macam di Ind. Mo masuk PT juga ga ada model SPMB. Setiap PT bisa menentukan kriterianya masing2. Mungkin pengaruh bentuk negara federasi juga ambil peran, dimana tiap state punya otonomi yang lebih luas.

    Tapi selain hal yang sifatnya formal, suasana kelas di Amerika lebih nyantai dibanding di Ind. Dosen juga lebih friendly ke mhs nya. Sedikit banyak ini akan berpengaruh ke hasil belajar juga.

  3. soraya says:

    terimakasih y Mas buat jawabannya..tapi ada pertanyaan tambahan dari saya..untuk jenjang S2 yang diperlukan itu GRE General saja atau GRE subject jg?saya ingin melanjutkan k jurusan BIOMOL (biologi molekuler) ada saran g untuk Univ yang memberikan beasiswa di bidang tersebut? tempo hari saya buka website dari univ Stanford, di website tersebut ada beberapa nama profesor dengan penjelasan bidangnya masing2..apakah bisa Mas Syaf berikan contoh cara/ isi email yg akan dikirimkan ke profesor tersebut untuk membuka pembicaraan, terima kasih
    ________________________

    Syaf: Sama2

    Umumnya mereka cuma butuh GRE general. Tapi lagi2 untuk pastinya cek aja langsung ke website nya.

    Untuk buka pembicaraan dengan prof, pertama perkenalkan diri plus background yang berkaitan. Trus bilang klo tertarik dengan salah satu riset prof itu. Terakhir, tanyakan lgs apa ada peluang bagi kita untuk lanjut sekolah dengan riset tsb.

    Sebagai imel pembuka itu saja sudah cukup. Tinggal tunggu respon. Imel berikutnya mengalir saja, menyesuaikan dengan pembicaraan.

    Semoga sukses.

  4. soraya says:

    wah terimakasih y Mas..
    saya benar2 terbantu dengan adanya Blog Mas ini.smoga Amal Ibadah mas ini di balas oleh Tuhan YME,amin..
    skali lagi terimakasih y Mas, sukses jg buat mas Syaf
    _________________________

    Syaf: Amin, makasih..Sukses jg

  5. Fajri says:

    mkasih mas….
    saya terbantu dengan Blog Mas…
    sukses slalu
    _________________________

    Syaf: Sama2, semoga sukses juga.

  6. Muchlis says:

    salam,
    saya saat ini sedang menjalani kuliah di salah satu universitas di indonesia. saya juga ingin sekali merasakan kuliah di amerika atau eropa, tapi saya lebih memilih perkuliahan semacam summer school, pertukaran pelajar atau semacamnya.
    pertanyaan saya:

    apa yang harus saya persiapkan dari sekarang?
    sebagaimana yang tertulis di artikel “Beasiswa Apa yang Tersedia”, saya melihat bahwa terlibat dalam organisasi juga menjadi penilaian. Nah, organisasi seperti apakah yang bisa dipertimbangkan oleh pihak admission di univ. amerika?

    bagaiamanakah bentuk persaingan akademis di amerika itu? karena saya yakin bahwa kita masih sangat bisa mengungguli mereka.

    yang ini saya sangat penasaran: apa saja sih daily activities nya mereka? kok keliatannya mereka semua tuh jenius2 banget? emang mereka baca buku terus apa? apalagi mahasiswa harvard (univ no.
    1 di dunia),,, IQ mereka katanya ga tinggi2 amat.
    intinya yang saya tanyakan ini, bagaimanakah bentuk kerja keras mereka sebagai mahasiswa?

    trims sebelumnya ^^
    _________________________

    Syaf: Yang butuh persiapan khusus sebenarnya cuma Toefl dan GRE (kalo di AS). Selain itu mereka cuma minta syarat semacam rekomendasi, transkrip, dll yang relatif cepat disiapkan.

    Mengenai pengalaman organisasi, untuk beasiswa semacam ADS, Stuned, dkk, mungkin saja cukup penting. Saya bilang mungkin karena saya ga punya pengalaman untuk yang ini.

    Tapi kalo mau cari beasiswa langsung dari univnya (RA, TA, fellowship), saya kira pengalaman ini ga jadi yang utama. Kalo dari web univ, biasanya yang mereka lihat pertama mencakup IP, nilai GRE, rekomendasi, statement of purpose, dan kalau ada pengalaman kerja.

    Cuma, yang begini ini tak perlu terlalu dirisaukan. Karena kita juga ga tau persis apa kriteria sebenarnya. Meski IP ga terlalu konclong tapi kalau kita punya sesuatu yang menarik buat si prof, kemungkinan diterima selalu ada. Yang penting tuliskan saja semua pengalaman yang bisa jadi nilai tambah di CV atau statement of purpose.

    Soal persaingan ga masalah. Sama saja. Disini yang pinter ada, yang males juga ada. Untuk kemampuan individu orang2 Ind ga kalah.

    Untuk Harvard, menjadi wajar kalau dari sononya bibit2nya sudah unggul. Seperti di Ind, univ terkemuka juga cenderung menjaring talenta terbaik. Kalau soal IQ saya ga punya datanya.

    Yang bikin univ di AS berbeda terutama sih di dana riset, sarana yang lebih lengkap, jaringan global, akses terhadap sumber2 ilmiah (jurnal, konferensi, dll) dan kultur akademik yang bagus (dosen ga boleh terlalu sibuk ngobyek). Kalau Ind juga punya ini, ga perlu lagi sekolah ke luar:)

  7. Muchlis says:

    terima kasih atas jawabannya!!

    tapi saya masih penasaran soal daily activities-nya si mahasiswa amrik. orang2 pinternya mereka itu sebenarnya ngapain aja sih setiap hari?

    dan dari yang saya dengar langsung dari native amrik (sewaktu berkunjung dan memberi kuliah tamu di kampus), prinsip hidupnya mereka itu, “you work harder, then you achieve more”.
    Nah, yang saya ingin tanyakan, apa perbedaan ‘kerja keras’ di Indo ama Di Amrik?

    Thkx!! ^^
    ________________________

    Syaf:Saya percaya, prinsip hidup itu berlaku buat siapa saja. Perihal hasil sih tergantung tingkat pengamalannya saja.

    Orang2 disini emang lebih individualis. Dan ini ga mesti berarti buruk.

    Sebagai contoh, kalau kuliah, hampir mustahil datang pagi2, nyontek tugas temen, trus dikumpul begitu saja pas dosen datang. Minta contekan macem gini, hampir pasti akan ditolak mentah2, biarpun itu kawan sendiri.

    Contoh lain, waktu ujian, dosen biasanya ga selalu ada di ruangan. Tapi pengalaman saya, tetap ga ada yang berusaha saling nyontek.

    Intinya, pencapaian itu harus mewakili effort masing2 orang. Diskusi or kerja kelompok tetap bisa jalan, tapi tiap orang harus sebisanya kasih kontribusi.

    Untuk kegiatan sehari-hari sebenarnya ga ada yang istimewa. Sama kaya kita saja.

  8. wildan says:

    Wah,mkasih mas,,nambah pengetahuan baru buat saya. Mau nanya juga kalo untuk jurusan adminstrasi/manajemen pendidikan kira-kira di amerika bagusnya dimana?maksudnya yang ngasih besiswa juga.
    Minta informasi dan pengalamnnya ya mas
    Thanks…
    _________________________

    Syaf: Untuk info sekolah di amerika bisa dilihat disini http://www.usnews.com/rankings

  9. Muthia says:

    saya udah baca beberapa artikel dari blog ini and saya ngerasa kebantu banget!jujur saya pingin banget lulus sma kuliah di amerika. ya, yang pastinya pake beasiswa kira2 mungkin ga sih soalnya setau saya hanya sedikit sponsor yang ngasih beasiswa kayak gitu!terus apa aja sih yang mesti dipesiapin?dan 1 lagi universitas mana sih yg bagus buat psikologi?? makasih!
    __________________________

    Syaf: Kalo beasiswa S1 emang ga sebanyak S2/S3. Rajin2 cari info aja. Banyak univ di AS yang buka psikologi. Pilihan bisa dilihat di http://colleges.usnews.rankingsandreviews.com/best-colleges

  10. Muthia says:

    gni syaf,kmarin saya udah buka situs yg anda kasih,tapi saya bingung,soalnya stelah saya liyat ternyata di situ ada pilihan:online,campus,both(online,campus)itu tuh maksudnya apa yah?makasih!

  11. putri says:

    mas saya mau tanya perbedaan sistem pendidikan di indonesia dan amerika itu seperti apa?

  12. kemalafanny says:

    pagi, mas syaf…
    wah pasti keren bgt y klo qt bs kenal negara lain apalagi kalo dpt beasiswa d negara yang superior amerika…. *_6….
    bs jalan2 sekaligus nambah pengetahuan….

  13. SRI MELDA says:

    BEGITU TERSUSSUN SECARA APIK DI NEGARA TERSEBUT…INDONESIA TERTINGGAL JAUH…

  14. redy says:

    mau tanya bagaimana sistem tenaga pendidik dan pemimpin di amerika mulai dari rekruitmen sampai dengan pensiun terima kasih.

  15. Brama says:

    Mau nanya mas, bisa ga sih dapat beasiswa fullbright kalo belum ada pengalaman kerja? Apakah wajib punya pengalaman kerja selama 2 tahun itu? Atau bisa diganti dengan surat rekomendasi gitu?

  16. wah thanks banget mas infonya ane jadi terbantu ngerjain tugas CCU ane

Tinggalkan Komentar