Miyamoto Musashi, Legenda Abadi Jepang

| December 29, 2008 | 5 Komentar

otsuka 150x150 Miyamoto Musashi, Legenda Abadi JepangMiyamoto Musashi adalah tokoh historis Jepang, hidup sekitar awal abad 17 di masa permulaan kekuasaan Shogunat Tokugawa. Konon, bagi orang Jepang laki-laki ini begitu memberikan arti. Dua kapal perang terbesar kekaisaran Jepang saat PD II salah satunya dinamakan sesuai dengan namanya.

Musashi bukanlah negarawan, keturunan bangsawan ataupun seorang jenderal kenamaan. Dia sekedar pendekar pedang yang di separo akhir hidupnya kemudian mendalami seni. Sebagai pendekar dia juga tidak mempunyai tuan (daimyo) tempat mengabdi. Sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan menjadi samurai pengembara (shugyosha) yang menjelajahi seantero jepang dan tetap bebas merdeka dengan menjadi ronin (samurai tak bertuan).

Namun sebagai pendekar pedang dia bukanlah pendekar kebanyakan. Sampai usia 30 dia telah melakukan sekitar 60 pertarungan dan tak sekalipun terkalahkan. Kemenangan pertama diperoleh di usia 13 tahun, dengan menewaskan seorang pendekar yang lebih tua. Ini sangat luar biasa mengingat dia tidak mempunyai guru formal yang mengajarinya bermain pedang. Padahal lawan bertarungnya adalah pendekar-pendekar terkenal yang berasal dari perguruan besar pula.

Duel Musashi yang paling terkenal adalah saat melawan Sasaki Kojiro di pulau Funa (terletak antara Honshu dan Kyushu ). Menurut cerita, orang Jepang masih membicarakan duel ini sampai sekarang. Waktu itu Kojiro juga telah mendapatkan reputasi sebagai pemain pedang tak terkalahkan di provinsi barat. Kojiro menggunakan pedang panjangnya yang terkenal –dinamai Galah Pengering- sedang Musashi membawa pedang kayu –sebagaimana sering digunakan dalam duel-duelnya yang lain- yang diukirnya dari sebatang dayung. Pertarungan diakhiri dengan tewasnya Sasaki Kojiro.

Setelah pertarungan itu Musashi mulai lebih sedikit terlibat pertarungan, apalagi yang sampai membawa kematian lawannya. Dia menjadi terfokus untuk mendalami semua seni. Di masa tuanya dia dikenal sebagai seniman dengan banyak kebisaan. Melukis dengan tinta india, kaligrafi, hingga membuat patung. Lagi-lagi seperti kemampuannya bermain pedang, kematangan seninya pun diperolehnya dengan tanpa guru.

Di akhir hidupnya Musashi menulis buku yang kemudian menjadi master piecenya. Kitab tipis yang diberinya judul Kitab Lima Lingkaran, yang tetap terkenal hingga sekarang. Buku ini berisi perenungannya tentang Jalan Pedang dan berisi pemikiran tentang filosofi hidupnya. Disebut Lima Lingkaran karena dia membagi bukunya menjadi lima bab: Bab Tanah, Api, Air, Angin, dan Kehampaan.

Melihat sepintas cerita hidupnya, barangkali inilah yang membuat pengaruh Musashi begitu besar buat orang Jepang. Menilik dari asal-usul Musashi bukanlah keturunan klan yang terkenal. Padahal di jaman feodal, klan bisa berarti segalanya. Kemandirian dan kemerdekaannya juga membuat banyak orang kagum. Tak pernah dia memiliki guru ataupun tuan sebagaimana samurai kebanyakan pada waktu itu.

Ada satu cerita menarik saat Musashi akan bertempur melawan Klan Yoshioka. Sebelum pertempuran dia sempat masuk ke satu kuil dan berdoa memohon bantuan para dewa. Beberapa waktu setelah berdoa, rasa malu kemudian melandanya. Musashi berpendapat tak layak dia menggantungkan diri pada dewa. Meski dia menghormari dewa-dewa tapi hanya dirinya sendiri lah yang seharusnya diandalkan.

Ringkasnya Musashi adalah seorang yang mencapai puncak karena self-made, tanpa koneksi atau keturunan. Dan pencapaian itu dia bayar dengan tekad baja, kemandirian, kerja keras, disiplin, integritas dan ketekunan yang tiada tara.

Nilai-nilai inilah yang tentu masih dianut kuat oleh orang Jepang. Melihat Musashi membuat mereka seakan melihat diri mereka sendiri. Musashi adalah model Jepang, figur dimana mereka ingin menjadi.

Akhirnya, Novel Musashi, karya Eiji Yoshikawa bisa jadi awal yang baik buat mengenal tokoh ini, diterbitkan Gramedia. Dengan tebal buku 1200an halaman, memang perlu keuletan buat menyelesaikannya.[]

Tags: , , , , , ,

Kategori: Langlang Fikir

Komentar (5)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. kojiro says:

    i hate musashi
    _________________________

    Syaf: Hii, hantu kojiro

  2. MUSASHI says:

    @ KOJIRO

    HEY I THOUGH YOU WERE DIED..WHERE ARE YOU NOW ILL KILL YOU AGAIN..

  3. musasi says:

    masha sih??

  4. anonim says:

    mas Syaf, kok bertentangan dg artikel dibawah ini ya?

    http://www.kotakgame.com/forums/showthread.php?t=5502

  5. anonim says:

    Miyamoto Musashi (宮本 武蔵, Miyamoto Musashi), atau biasa disebut Musashi saja, adalah seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584 pada keluarga seorang samurai bernama Shinmen Munisai , dan dia meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari “Takezo” (huruf kanji bisa memiliki banyak lafal dan arti). Musashi memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin (Anggota keluarga besar Shinmen,nama keluarga Mushashi, dari klan Fujiwara dengan nama dewasa Genshin).

    Asal keturunan
    Panggilan masa kecil Musashi adalah Bennosuke (ada yang mengatakan dia di panggil takezou). Nama Miyamoto sendiri adalah nama kuno sebuah daerah di barat daya Tokyo. Nama No Kami berarti kaum bangsawan daerah setempat. Pada umumnya, Fujiwara adalah nama asal dari keluarga leluhur para bangsawan di Jepang yang diturunkan ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang keluarga Musashi (Hirada/Hirata) adalah keturunan keluarga Shinmen, penguasa di Kyushu, pulau bagian selatan Jepang.
    Masa kecil
    Ayah Musashi, Munisai Hirata, meninggal ketika ia diperkirakan baru berusia 7 tahun. Setelah ibunya kemudian juga meninggal, maka Musashi kemudian ikut paman dari pihak ibu. Dengan demikian, ia sudah yatim piatu ketika Toyotomi Hideyoshi menyatukan Jepang pada tahun 1590. Tidak jelas apakah keinginan bermain Kendo adalah berkat pengaruh pamannya ataukah keinginan Musashi sendiri. namun dari berbagai sumber Musashi tumbuh sebagai anak yang cerdas, kuat dan licik

    Berbagai pertarungan
    Musuh pertama Musashi ditemuinya ketika ia baru berusia 13 tahun. Ia adalah Arima Kihei, samurai perguruan Shinto-Ryu bidang seni militer yang terampil bermain pedang dan tombak. Musashi mengalahkannya dengan cara melemparnya ke tanah dan memukulnya dengan tongkat, sehingga musuhnya tersebut mati berlumuran darah, inilah kesuksesan pertama mushashi.
    Ketika ia berusia 16 tahun sejak itu ia kabur dari rumah dan dia mengikuti perang besar Sekigahara di bawah komando Ukita walaupun tentara ukita di sapu habis dia tetap selamat Musashi mengalahkan lawan berikutnya, empat tahun kemudian saat ia berusia 20 tahun dia menantang perguruan Yoshioka karena dendam lamanya atas perlakuan mereka pada ayahnya,kabarnya dia mengalahkan 60 murid perguruan Yoshioka,membunuh kedua anak Yoshioka dan Mengalahkan Yoshioka Seojuro Guru perguruan tersebut dan semuanya di lakukan dengan dua buah bokken dan gaya 2 pedang inilah yang menjadi gaya original milik Musashi sendiri (gaya ini di sebut Niiten’Ichi-Ryu artinya dua surga yang bersatu)

    kemudian ketika usia 28 tahun setelah mendalami ilmu pedang dengan gayanya sendiri Musashi mengembara keliling Jepang dan menjadi legenda. Berbagai musuh terkenal pernah dikalahkannya, antara lain samurai-samurai keluarga Yoshioka di Kyoto, jagoan ilmu tongkat kondang Muso Gonosuke di Edo, bangsawan Matsudaira di Izumo,lalu sampailah ia pada pertarungan ia dia sendiripun berpikir akankah sulit melawan dia yang satu ini dia adalah Sasaki Kojiro seorang ahli pedang tampan yang menggunakan Nodachi,

    Musashi merasa kalau Sasaki kojiro akan menjadi lawannya yang sangat berat (sasaki kojiro terkenal dengan jurus andalannya yang bernama Tsubame Gaeshi /shwallow Cut)kali ini oleh karena itu saat mereka menetapkan akan bertarung di sebuah pulau yang di janjikan (kalau tidak salah namanya pulau Funa) musashi sengaja untuk datang terlambat dia sengaja mem buang buang waktu dan membuat senjata dari dayung yang dia gunakan untuk ke pulau itu (karena musashi merasa dengan dayung itu dia bisa mengimbangi panjang nodachi milik kojiro), dan ketika matahari hampir terbenam musashi datang ke tempat berduel, tentu saja disana sasaki kojiro telah menunggu dengan sangat kesal namun dengan wajah tanpa merasa bersalah sama sekali dan tanpa meminta maaf dia mengatakan untuk segera saja memulai duielnya itu, tentu saja sasaki yang sudah sedemikian kesalnya langsung marah dan menyerang musashi dan ternyata kojiro berhasil mengenai gelungan rambut belakang musashi, saat itu kojiro dengan sombongnya merasa kalau dia sudah membunuh musashi, namun dengan tiba tiba musashi balik menyerang dan menghantamkan dayungnya ke kepala kojiro dan menusuk paru parunya sehingga kojiro mati seketika
    Spoiler: show

    Masa penyepian dan karya
    Setelah melewati periode pertarungan (terakhir melawan Sasaki Kojiro) dan peperangan tersebut , Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati atas falsafah Kendo. Setelah sempat meluangkan waktu beberapa tahun untuk mengajar dan melukis di Kuil Kumamoto, Musashi kemudian pensiun dan menyepi di gua Reigendo sebuah gua di pegunungan kumamoto . Di sana lah ia menulis Go Rin No Sho (Buku Lima Cincin/Lima Elemen). Buku ini adalah buku seni perang yang berisi strategi perang dan metode duel dan menjelaskan tehniknya yang menggunakan 2 pedang, yang diperuntukkan bagi muridnya Terao Magonojo. Tak lama setelah itu, Musashi meninggal di Kyushu pada tahun 1645.
    Kontradiksi
    menurut catatan sejarah di perguruan Yoshioka sendiri sebenarnya Musashi memang membunuh sebagian besar murid di perguruan itu namun ia di kalahkan oleh Yoshioka Seojuro…..

    ada yang mengatakan kemenangannya saat melawan Sasaki Kojiro tidak semudah yang di gambarkan kebanyakan orang dan ada juga yang ada yang mengatakan Musashi membawa muridnya ke perguruan itu bahkan dalam pertarungan itu musashi sampai melakukan cara licik untuk mengalahkan Sasaki Kojiro

    banyak yang mengatakan kalau musashi pernah mengalahkan ular raksasa atau dia di keroyok oleh puluhan ninja dan keluar sebagai pemenang, tapi tetap saja walaupun kisahnya mengandung banyak kontroversi tetap saja dia di anggap samurai no.1 di jepang

    Catatan
    menurut peneliti barat, buku ini dianggap rujukan untuk mengenal kejiwaan dan pola berpikir masyarakat Jepang. Buku ini menjadi klasik dan dijadikan rujukan oleh para siswa Kendo di Jepang. Musashi dianggap sedemikian hebatnya sehingga di Jepang ia dikenal dengan sebutan Kensei (sword saint), yang berarti Dewa Pedang.

    Studi kehidupan dan hasil karya Musashi masih tetap relevan pada masa kini, karena mencakup taktik dan strategi yang dapat diaplikasikan untuk berbagai kegiatan praktis seperti periklanan, bisnis, dan militer. Berbagai produk budaya seperti film dan buku sastra juga tetap diminati masyarakat, diantaranya yang terkenal ialah buku karya penulis Eiji Yoshikawa dan film karya sutradara Hiroshi Inagaki. Inspirasi yang diberikan oleh Musashi tidak saja terjadi pada masyarakat Jepang, tetapi juga pada masyarakat dari berbagai penjuru dunia.

    dalam semi otobiografinya sekaligus karyanya (Go Rin No Sho) Musashi mengambarkan dirinya sebagai penyendiri , ahli dalam puisi dan melukis dalam dia menulis filosofi pertarungannya dalam 5 elemen Tanah, api, air, angin dan kekosongan

    Miyamoto Musashi bukan tipe orang yang menantang setiap samurai yang dia temui atau dia benci dia hanya menantang samuraio yang sombong akan kekuatannya

    dalam Buku Go Rin No Sho dia menggunakan 2 pedang di saat yang bersamaan Musashi mengatakan dia ter inspirasi oleh peng gebuk gendang di kuil yang menggunakan kedua tangannya

    Musashi ahli dalam menggunakan senjata lempar ia sering melemparkan wazizakinya di jepang melempar pedang adalah cara yang tabu, licik sekaligus aksi bunuh diri bagi samurai, namun Musashi meyakini gaya bertarung 2 pedang,melempar senjata dan cara licik adalah strategi dalam bertarung oleh karena itu dia adalah sosok yang unik dan lain dari yang lain dan banyak di buat cerita

    Dalam Cerita Doraemon diceritakan Nobita ingin kembali ke masa lalu saat musashi akan mengalahkan Arima kihei namun dalam ceritanya Musashi hanyalah seorang petani pengecut yang tidak bisa apa-apa oleh karena itu Doraemon memberinya Bokken dari masa depan yang terlihat seperti bokken biasa namun bisa membuat orang yang memakainya menjadi pendekar pedang yang tak terkalah kan ……. jadi tanpa alatnya doraemon Musashi hanyalah ………
    (untung yang ini cuma cerita doraemon kalau yang beneran…….)

    Musashi tidak menikah dan tidak mempunyai keturunan, tapi ia mempunyai seorang anak angkat sekaligus murid yang juga masih saudara sepupunya bernama Iori Miyamoto.

Tinggalkan Komentar