Cara Menikmati Novel
Biar lebih nikmat, membaca novel memang sebaiknya menggunakan hati dan perasaan.
Jangan sekali-kali menggunakan otak. Bebaskan imajinasi untuk mereguk nikmatnya tiap alur dan plot tanpa terlalu terpaku pada arti harfiah tiap kata.
Kerahkan semua sensitivitas untuk mengungkap makna dan arti tersembunyi dari deretan huruf-huruf.
Akhirnya, tiap pembaca akan menemukan kesan dan arti yang berlainan, tidak ada yang benar maupun salah.
Silakan dicoba, dan selamat menikmati.
Kategori: Langlang Fikir






halo, ndi!
aku ijin ngikutin blogmu ya, bro.
sama ini looo, kok hurupe cilik tenan kiy ^^
mataku minus tambah minus mengko,heheh…
let’s write!
wassalam
Monggo, silahken mbak…
Mosok cilik si..Mengko nek gede2 layare ra sedeng:)
Yup, keep writing ya…
Hehehe iya ya betul juga … saya kalau baca novel seringnya pake otak daripada perasaan … jadinya kalau menemukan sesuatu yang gak masuk di akal malah jadi bete sendiri …
Ntar dicoba deh baca novel pake perasaan dan hati …
Betul Mas, hati kita lama2 jadi terasah menjadi lebih peka terhadap kehidupan
_________________________
Syaf: Kalo kata Pramodya Ananta Toer di Bumi Manusia:
Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian hanya tingal hewan yang pandai.
Sebagian dari kalian belum pernah melihat Netherland. Aku dilahirkan dan dibesarkan di sana. Jadi aku tahu, setiap orang Belanda memcintai dan membacai karya sastra Belanda.
Orang mencintai dan menghormati karya lukis van Gogh, Rembrant, para pelukis kita dan dunia. Mereka yang tidak mencintai dan menghormati dan tidak belajar mencintai dan menghormati dianggap sebagai Belanda yang kurang adab.
Lukisan adalah sastra dalam warna-warni. Sastra adalah lukisan dalam bahasa. Siapa tidak mengerti mengacung.